Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Presiden Amerika Barack Obama Seorang Yahudi



Hampir mayoritas penduduk Indonesia sangat senang ketika mengetahui Barack Obama menjadi presiden Amerika, karena Obama pernah tinggal di Indonesia bahkan ayah tirinya seorang Indonesia. 
Ann Dunham kemudian menikah dengan Lolo Soetoro. 
Terlebih para umat muslim garis keras yang anti Yahudi dan Amerika sangat senang terhadap Obama karena mempunyai nama orang Islam.

Tapi Apa benar Obama ternyata bukan Islam? Jadi apa benar dia seorang Yahudi? Saya yakin benar, karena sejak tahun 2008 presiden Barack Obama di ketahui melakukan ritual “Hall of Remembrance, Yad Vashem Holocaust Memorial di Jerusalem dan melakukan Ritual Yahudi”.

Masa ada sih Yahudi Kulit hitam? umumnya Yahudi kan putih? 

Nah, untuk itu kita belajar sejarah Yahudi. Raja Solomon atau Sulaiman adalah keturunan Daud pendiri Israel setelah Musa, terkenal dengan mempunyai banyak istri, tapi mungkin kamu belum tahu istrinya yang terkenal tersebut? Atau selirnya yang kesekian? 

Di kitab suci Yahudi, Kristen, ataupun Islam sudah tertulis, yaitu Ratu Sheba seorang ratu dari Afrika Ethiopia. Nah dari situ ada keturunannya anak lelaki yang bernama Menelik, itulah asalnya Yahudi kulit hitam yang juga banyak di Indonesia menurut beberapa sumber. 

Mereka sering dikenal dengan Falasha, kalangan Yahudi Hitam Ethiopia atau yang lebih dikenal dengan Falasha. Yahudi hitam ini, yang mempraktekkan Yudaisme, dan menjadi perhatian dunia tatkala pemerinta Israel menerbangkan mereka untuk pembebasan dari penganiayaan politis di tahun 1976. Yang sudah dibuat filmnya. 

Semoga anda Sudah memahami, tapi tentunya masih ada yang bertanya mana faktanya kalau Barrack Husein Obama adalah Yahudi? 

Sebenarnya hal ini hampir diketahui oleh orang banyak saat Obama masih menjadi calon presiden sampai isu obama dengan bibinya. Saat itu pemberitaan hanya untuk kalangan terbatas Yahudi melalui Associated Press. Barack Hussein Obama, ternyata memiliki keluarga seorang rabbi Yahudi.

Namanya Rabbi Capers C. Funnye Jr. yang memimpin jemaat Yahudi Ethiopia di kawasan Taman Marquette, Chicago. Dia merupakan sepupu dari Michele, istri Obama. Kakek Michele dari ayah adalah kakak dari ibu Funnye.

Namun Obama selalu merahasiakan hal tersebut. Ia tidak pernah menyebutkan soal Funnye selama masa kampanye pemilihan presiden meski banyak orang pada awalnya meragukan komitmen Obama terhadap Israel.

Funnye mengatakan ia tidak pernah dilibatkan dalam kampanye Obama. Tapi ia memberikan sumbangan bagi dana kampanye saudara iparnya itu. “Saya sangat senang dan bangga atas apa yang telah mereka raih sejauh ini,” kata rabbi 56 tahun ini kepada the Associated Press.

Dulu saat masih kecil, Funnye dan keluarga Michele Obama saling mengunjungi hampir setiap bulan. Ibu Funnye dan ayah Michele yang usianya sebaya mempunyai hubungan baik. Mereka tidak pernah bertemu lagi sejak Funnye menghadiri pernikahan Michele pada 1992. Keduanya baru berjumpa lagi sepuluh tahun lalu ketika Funnye bekerja di sebuah organisasi soasial dekat Universitas Chicago, tempat Michele bekerja.

Funnye mengaku sempat bertemu Obama sebelum menikah dengan Michele. “Ia sangat perhatian, sedikit kurus, dan amat tulus,” ujarnya. Ia kadang melihat Obama di acara keluarga. 
Namun kandidat presiden kulit hitam pertama Amerika itu tidak pernah datang ke sinagog Beth Shalom B’nai Zaken yang dipimpin Funnye.

Menurut juru bicara Michele, Katie McCormick Lelyveld, Obama tidak mempublikasikan hubungannya dengan Funnye lantaran menghormati rahasia keluarga besarnya. 
Surat kabar Yahudi, The Forward, yang pertama kali menulis soal itu. “Itu sangat mengejutkan saya,” kata Ira Forman, direktur eksekutif Dewan Demokrat Yahudi Nasional.

Sampai cerita di atas bahwa Barrack Obama keturunan Yahudi masihkah tetap di anggap isu. 
Sekarang bagaimana dengan foto - foto ini:



Barrack Obama membawa kalungan bunga dalam Hall of Remembrance, Yad Vashem Holocaust Memorial di Jerusalem, , pada hari Rabu, 23 Juli 2008. Obama dipengaruhi oleh Israel? 


Apakah Obama dipengaruhi oleh Israel? Menurut pendapat saya, pasti kenapa?
 
Pertama, Obama memakai Yarmulke, cupuk lebai orang Yahudi. 

Yang kedua, hanya orang Yahudi saja dibenarkan mendampingi Master Jew. Mengapa Obama mendapat keistimewaan begitu?

Yang ketiga, Obama sedang melakukan ritual Yahudi pada dinding Monument Jew. Perbuatan ini dilakukan oleh orang Yahudi untuk menyampaikan pesan rahasia sesama orang Yahudi saja. Mengapa Obama melakukan perbuatan yang dibuat oleh Yahudi ini?

Barrack nama pertama Obama adalah nama Yahudi yang berasal dari ayat "baruch". 
Kebanyakan ahli ibadat Yahudi menggunakan nama "baruch"sebagai nama pertama mereka. 
Bekas perdana menteri Israel yaitu Ehud Barak juga mengambil nama sempena nama "baruch". 
Nama kedua Obama juga hampir sama dengan "Ahabah". 
Bent Ahabah adalah nama untuk synagogue (satu upacara multilation untuk bayi-bayi Yahudi).

Ketika berusia 10 tahun, Obama pernah ke sekolah sosialis Yahudi atau disebut "kibbutz". 
Obama menyatakan bahwa dia hanya menggunakan tandas sekolah itu saja pada waktu itu. 
Namun ada saksi lain menyatakan bahawa Obama telah menghadiri kelas selama tiga jam di sekolah tersebut.

Apakah Obama dirancang dan dilatih untuk menjadi Presiden Amerika ketika berusia 10 tahun lagi?

                                  Obama sedang melakukan ritual Yahudi.


Tidak mengherankan bila Obama mendapat sejumlah 77% suara dari pemberi suara Yahudi. Berbanding John Kerry yang hanya mendapat 74% suara daripada pemungutan suara Yahudi pada 2004. Pada tahun 2000, Al Gore paling banyak mendapat suara daripada pemberi suara Yahudi yaitu sejumlah 79%. 
Obama mendapat banyak suara dari pemilih Yahudi di Connecticut dan Massachusetts. 
Di Connecticut, 61% Yahudi menyokong Obama. 
Yahudi mulai suka pada Obama karena banyak kenyataan Obama secara terbuka mendukung Israel.

"My view is that the United States' special relationship with Israel obligates us to be helpful to them in the search for credible partners with whom they can make peace, while also supporting Israel in defending itself against enemies sworn to its destruction” kata Obama dalam kenyataan medianya pada Haaretz pada 15 Februari 2007.

Sudah menjadi rahasia umum jika Obama memakai sebutan "Bush kulit hitam" dari kalangan Yahudi dan mengatakan Yahudi harus terlihat hitam dan Mossad harus lebih banyak merekrut agen hitam dengan begitu akan muncul wajah baru. Malaikat berbulu srigala.


Gambar: Obama dinasihati oleh Rahm Emanuel, seorang Yahudi

Pada November 2008, Rahm Emanuel (seorang Yahudi, anak seorang Israel) baru saja ditawarkan jabatan oleh Obama menjadi White House Chief Of Staff. 
Dan lebih mengagetkan lagi bila mentor Obama sendiri yaitu Abner Mikva menyatakan "Obama will be the first Jewish President Of USA" dalam Jerusalem Post pada 5 November 2008.
"Our job is to rebuild the road to real peace and lasting security throughout the region. Our job is to do more than lay out another road map. That effort begins with a clear and strong commitment to the security of Israel: Our strongest ally in the region and its only established democracy. That will always be my starting point." ucapan Obama ketika berbicara kepada kumpulan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) di Chicago pada 2 Mac 2007.

Obama lebih dahsyat daripada Bush, dan dia sekarang disebut "silent killer" mereka sama - sama lobi Yahudi.

Amerika akan terus berjaya sampai kedatangan mesias kedua kalinya. 
Dan anti mesias itu adalah orang Yahudi. Sudah ini cuma pemberitahuan agen mossad di Indonesia saja. Tidak usah percaya karena ini cuma untuk kalangan terbatas saja dan bukan untuk anda.

Itulah ucapan para agen mossad yang berbasis di indonesia. 
Dan sekarang mereka sudah melakukan rencana-rencana rahasia mereka di Indonesia, yang sudah kita ketahui baru-baru ini adalah rencana perayaan hari kemerdekaan israel yang bertempat di kawasan puncak yang menurut sumber yang bisa dipercaya bahwa seandainya perayaan tersebut mendapat ijin dari aparat setempat maka dapat dipastikan akan dijadikan sebuah perayaan yang megah sekaligus Forum para yahudi. Meskipun kita tahu perayaan tersebut tetap di laksanakan.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana israel lewat obama berusaha untuk eksis di Indonesia.
Bagi saya yang orang pribumi menganggap perbuatan israel tersebut sangat licik tak ubahnya bagai Malaikat Berbulu Srigala.

Bagaimana pendapat anda kawan?

Wasalam

Sumber :  ( hariansobek.com Rykers Watch indonesia yahudi )

Selasa, 17 Mei 2011

Teori Konspirasi Dalam Kontroversi Kematian Osama Dan Putri Diana



Sudah lebih dari dua minggu sejak kematian Osama, banyak argumen-argumen yang bermunculan di dunia maya, kebanyakan bernada kontroversi yang intinya tidak mempercayai semua yang telah di lakukan Amerika mereka beranggapan apa yang di lakukan oleh Amerika tersebut hanyalah untuk pengalihan isu dll, dan ini ada lagi yang menurut saya cukup menghebohkan. 

Bagi para penganut teori konspirasi mereka dengan sangat yakin menyatakan bahwa kematian Osama pada awal mei memang di sengaja, kenapa?. Karena pada bulan mei itulah bulan paling bersejarah bagi Perkumpulan Illuminati yang kebanyakan tokoh-tokohnya pada saat ini berasal dari negeri Paman Sam, dan yang pasti tewasnya Osama pada bulan mei di anggap sebagai “Kado Terindah dari Amerika untuk Anak Emas tercinta yaitu Israel yang merayakan hari kemerdekaannya pada 14 mei”.

Dulu saya bukan tipe yang gampang percaya pada aneka macam teori konspirasi yang banyak berkembang di tengah masyarakat. 

Namun, terutama akhir-akhir ini saya agak berubah, kenapa? karena bahkan dalam negara demokrasi yang matang seperti Amerika, para pemimpinnya sepertinya menyembunyikan sebagian informasi dari rakyatnya.

Sementara dunia maya membuat kebohongan dan kerahasiaan dengan mudah diterabas. 
Tetapi padatnya lalu lintas internet yang liar yang tidak bisa diklarifikasi kebenarannya membuat banyak pengguna internet akhirnya meninggalkan internet sebagai sumber informasi. 
Bahkan orang seperti Julian Assange akan menyadari bahwa pengaruhnya hanya sementara dan terbatas.


Setelah melakukan pembantaian berdarah dingin terhadap Osama bin Laden, lalu kemudian diikuti pernyataan-pernyataan konyol pemerintah AS, timbul pertanyaan mengapa kita harus percaya pada pernyataan Gedung Putih atau pemerintah Inggris?

"Dia (Osama) tinggal di mansion mewah; tempat itu dipenuhi pasukan dan prajurit yang cukup untuk meledakkan seisi Pakistan. Eh!, nanti dulu, ternyata hanya ada satu orang yang membalas tembakan dari sebuah rumah sewaan itu; ternyata di dalam bangunan itu lebih banyak anak-anak ketimbang orang bersenjata. Dia (dilaporkan) menggunakan istrinya sebagai tameng hidup dan menembak ( SEAL Team 6 ) dari balik punggung istrinya; oh salah, ternyata tidak demikian..."

Versi mana sih dari informasi-informasi itu yang pantas dipercaya? 

Di dunia maya, mereka yang pro Osama punya alasannya sendiri tetapi kebenaran telah menguap dan kita tidak akan pernah tahu. Apa lagi, kebanyakan orang sebenarnya tidak mempedulikannya.
Kita tahu apa yang terjadi. 
Informasi resmi telah diolah dan diproses dengan harapan kita akan menelannya bulat-bulat tanpa banyak tanya.  
Tetapi tidak begitu dengan beberapa orang yang mendadak menjadi pakar 'teori konspirasi', dua kata yang bisa dikonotasikan sebagai 'kegilaan, kejelekan, dan berbahaya'.

Di Uni Soviet dulu, para pemberontak yang disebut paling gila pasti akan dibungkam, lalu mulailah Barat mengecam negara komunis itu. Sekarang apakah mereka berhak mengecam penggunaan metode-metode gelap ala Alqaeda untuk mencuci otak kaum muda agar mau mengangkat senjata melawan Barat.


Jika saja Osama diadili oleh mahkamah internasional, kita mungkin akan menemukan campur tangan Amerika Serikat, demikian juga Arab Saudi, Afghanistan, dan Pakistan dalam proses yang menjadikannya seperti kita kenal sekarang.
Padahal sejauh yang saya tahu, aturan perang menyebutkan, mayat musuh sebaiknya dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan.  
Tetapi menurut teori dari para ahli strategi Amerika, sebuah makam bisa membangkitkan gelora semangat generasi baru Islam.  
Padahal lagi menurut saya, mayat yang tidak terlihat dan dibuang ke laut itulah yang justru akan mengobarkan aroma dendam yang lebih luas.

Mengapa sih harus menggunakan penembakan ala koboy? Mengapa sekarang? Ketika masalah sertifikat kelahiran Presiden Obama selesai, apakah dia juga harus membuktikan bahwa dia sebenarnya seorang Amerika sejati, seperti sisi gelap pada Sarah Palin?

Di sini kita punya beban Demokratis untuk menanyakan pertanyaan sulit ini kawan?

Juga mengenai Pernikahan kerajaan Inggris, William dan Kate, misalnya membuat saya jadi berpikir tentang Putri Diana, kematiannya yang tragis, dan bagaimana saya masih merasa dibohongi.


Lalu saya membaca sebuah film yang berkisah sekitar kematian Diana yang anehnya tak boleh ditayangkan di Inggris tetapi akan ditayangkan dalam Festival Film Cannes di Prancis. 
Sutradara Keith Allen lewat filmnya 'Unlawful Killing' dengan berani menginvestigasi media, jaksa yang ditujuk pemerintah, dan penjelasan mereka tentang sebuah kebetulan yang aneh, bahwa 'sebelum meninggal Putri Diana sempat menyatakan ketakutan akan dibunuh dalam sebuah plot kecelakaan mobil'.

"Hanya sebuah kebetulan," kata mereka-mereka yang terhormat itu. 

Jika ini hanya salah satu kasus untuk warga negara biasa, polisi pasti tidak akan percaya bahwa ketakutan korban itu 'kebetulan' belaka.
Lewat filmnya, Allen tengah memaparkan 'sebuah teori konspirasi yang bisa dibuktikan setelah kecelakaan itu'.

Kenapa di dunia yang sudah modern ini, penyelidikan seperti itu tidak diperbolehkan dan gagasan akan ketidakpercayaan publik telah dengan sukses dipinggirkan. Sehingga ketika kita ingin mempercayai sebuah plot atau manipulasi yang dirancang pemerintah AS atau Inggris, maka kita akan kehilangan kredibilitas. Tetapi jika mempercayai teori konspirasi pasti kita dianggap gila.

Lantas apakah kita harus menelan semuanya bulat-bulat?. Sebuah Ironi yang sangat menyesakan bagi kita.

Nah jika kita melihat sebentar ke belakang, ada beberapa peristiwa yang akan menunjukkan bagaimana Pemerintah yang dikatakan sangat matang demokrasinya dengan sangat baik menyembunyikan segala sesuatunya.

Selama perang dingin, para ilmuwan Amerika mengujikan sebuah serum 'kejujuran' pada beberapa orang untuk melihat apakah serum itu bisa membuatnya membocorkan semua rahasia yang mereka ketahui.

Di Alabama, sebagai bagian dari eksperimen itu, pria-pria keturunan Afrika-Amerika sengaja disuntik sifilis dari tahun 1932 hingga tahun 1972, sampai kejahatan keji itu terungkap pada 1979. 

Setengah abad kemudian, rahasia penyiksaan kolonial Inggris terhadap para pejuang Mau Mau di Kenya ternyata menggunakan metode-metode sadis seperti memasukkan ular ke saluran pembuangan manusia dan pecahan kaca ke alat kelamin perempuan.

Ketika fakta ini pertama kali diungkap sejarahwan Caroline Elkins pada 2005, apa yang di dapatkannya, dia langsung diledek oleh para sejarahwan pro-pemerintah.

Sesungguhnya kita harus percaya, suatu hari nanti anak cucu kita, entah kapan, akan mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh AS dan Inggris di Falujah, Irak atau mengapa para tahanan di Guantanamo sampai kehilangan akal sehat mereka? 

Memang benar bahwa banyak negara di luar Barat lebih buruk praktek bernegaranya tetapi setidaknya mereka tidak mengklaim diri sebagai panutan Demokrasi.


Pada 1988, Katharine Graham, seorang wartawan surat kabar terkemuka AS, Washington Post dan anggota Dewan Hubungan Internasional AS, berpidato di depan dinas intelejen AS, CIA; 


"Kita hidup dalam dunia yang kotor dan penuh bahaya. Ada beberapa hal yang tidak perlu dan tidak harus diketahui masyarakat luas. Demokrasi akan mekar ketika pemerintah bisa mengambil langkah yang sah untuk menjaga rahasia dan manakala media bisa memutuskan kapan mereka harus mencetak apa yang mereka ketahui."

Graham mungkin sudah meninggal tetapi ideologinya tetap hidup karena kita, masyarakat, membiarkannya. 

Sampai kapan kita harus menghadapi semuanya ini. Ataukah sampai semuanya mati?

Wasalam 

Sumber : ( yasmin alibhai-brown, antara )

Minggu, 15 Mei 2011

Tokoh Yahudi Dibalik Tragedi Holocaust Dan kontroversi Peristiwanya



Karl Haushofer adalah Seorang Profesor Yahudi yang terkenal dengan teori “The Heartland Theory” dan merupakan teman akrab dari pemimpin Nazi Adolf Hitler, dari situ Haushofer bisa mempengaruhi Hitler dengan menyodorkan teori-teorinya, diantaranya teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya dan yang paling mengejutkan sekaligus mengerikan Haushofer ternyata juga punya andil sangat besar dalam kasus pengejaran dan pembunuhan orang-orang Yahudi yang dilakukan Nazi-Jerman dalam Perang Dunia II yang dikenal dalam peristiwa Tragedi Holocaust.

Holocaust sendiri merupakan genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.


Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi "tidak disukai" antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.

Kembali kita ke tokoh Yahudi Karl Haushofer.
Mengapa Karl Haushofer yang seorang Yahudi bisa dengan kejamnya menghasut Nazi untuk melakukan pembantaian terhadap kaumnya sendiri?. Apa alasan dibalik pembantaian tersebut?.

Karl Ernst Haushofer lahir di Munich, Bavaria (Jerman), pada 27 Agustus 1869. Dia terlahir dari keluarga Yahudi Jerman, dari pasangan Max Haushofer, seorang ekonom, dan Frau Adele Haushofer.
Pada masa mudanya Haushofer di kenal oleh teman-temannya dan juga Martha Mayer Doss yang akhirnya menjadi istri dari Haushofer sebagai pemuda yang berpikiran sangat kritis, mengenyam pendidikan sampai tingkat atas. Lulus dari sekolah tingkat atas, Karl muda mendaftar sebagai tentara Bavaria. Karir di dinas ketentaraan, Karl menamatkan pendidikan di Lembaga Pendidikan Ketentaraan Bavaria (Kriegschule), Akademi Artileri (Artillerieschule), dan Bavarian War Academy (Kriegsakademie). Kemudian tahun 1896 Karl muda menikah dengan Martha Mayer Doss, juga seorang Yahudi.

Setelah menikah Haushofer meneruskan pendidikannya hingga menjadi perwira tinggi dan berdinas di Angkatan Perang Kerajaan Jerman dean karena kecakapannya karir Haushofer melejit hingga menduduki jabatan sebagai Staff Corp di tahun 1899. Bahkan pada tahun 1903, Karl Haushofer diangkat menjadi tenaga pengajar di Bavarian Kriegsakademie.

Tahun 1908, Haushofer dikirim ke Jepang guna mempelajari sistem ketentaraan di negeri Matahari Terbit itu. Di Jepang, Haushofer juga didaulat menjadi instruktur resimen artileri tentara Nippon. Dari Jepang, Haushofer yang menguasai banyak bahasa asing selain Jerman, seperti Inggris, Perancis, dan Rusia, ditugaskan melawat ke beberapa negara Timur Jauh seperti Korea, India, Tibet, Cina dan beberapa negara Asia lainnya.

Selama bertugas di Timur Jauh inilah, Haushofer yang memang telah lama tertarik dengan ajaran-ajaran mistis dari Timur melanjutkan penelitiannya. Dia juga menerjemahkan beberapa literatur Budhisme dan Hindu. Menurut sejumlah peneliti, ketertarikan Haushofer terhadap ajaran mistis-esoteris bukan tanpa sebab. Latar belakang keluarganya dipercaya memang telah bersentuhan dengan hal-hal seperti ini. Haushofer merupakan salah satu tokoh dari sebuah persaudaraan mistis pemuja setan yang lebih di kenal dengan ajaran Kabbalah, inilah yang membentuk kepribadian Karl Haushofer.
 
Dari perjalanannya keliling Timur Jauh inilah, Haushofer kemudian memperkenalkan sebuah Teori Geo-Politik yang dinamakan “The Heartland Theory” yang intinya berbunyi: “Siapa pun yang bisa menguasai Heartland maka ia akan mampu menguasai World Island”.
Heartland atau jantung bumi menurut Haushofer merupakan sebutan bagi wilayah Asia Tengah, dan World Island mengacu pada kawasan Timur Tengah. Kedua kawasan itu merupakan kawasan kaya minyak bumi dan juga gas. 

Teori ini sesungguhnya bukan otentik dari Haushofer, namun adaptasi dari Sir Alfrod McKinder (1861-1947), seorang pakar geopolitik asal Inggris terkemuka abad ke-19.
Yang pada masa sekarang ini oleh seorang sarjana Amerika bernama Nicholas Spykman, menambahkan teori ini dengan mengatakan, “Siapa pun yang bisa menguasai World Island, maka ia menguasai dunia.”

Jadi apa yang kita lihat saat ini di Milenium ketiga, bahwa teori ini juga dianut oleh Gedung Putih dan merupakan tujuan bagi masa depan Amerika, sehingga bisa kita ketahui beberapa presiden Amerika dimulai dari Bush sampai Obama mereka berambisi menguasai Afghanistan, Irak, dan negeri-negeri sekitarnya melalui teori tersebut.


Bagaimanakah Karl Haushofer bisa menjadi otak dari peristiwa Holocaust yang mengerikan tersebut?. 

Karl Haushofer dikenal dekat dengan perwira-perwira Jerman, bahkan dikabarkan berkawan akrab dengan dua tokoh Nazi, Adolf Hitler dan Sekretarisnya, Rudolf Hess. Kepada Hitler, Haushofer menyodorkan teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya. 

Buku karangan Hitler yang diasisteni Hess berjudul “Mein Kampf” (Perjuanganku, 1926)—buku ini menjadi buku suci Partai Nazi—dilatarbelakangi teori yang dikemukakan Haushofer. Menurut Haushofer, agar bangsa Jerman bisa menjadi bangsa terkuat di dunia, maka ras Arya harus memurnikan dirinya dan menyingkirkan semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini. Teori Charles Darwin yang juga seorang Yahudi pun dikemukakan oleh Haushofer sehingga Adolf Hitler menjadi semakin jatuh dalam pengaruhnya.

Berkat pengaruh dari Haushofer inilah, ketika Nazi berkuasa, maka dilakukan pemurnian ras Arya secara besar-besaran. Semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini dikejar-kejar dan dihancurkan, secara khusus orang Yahudi yang memang banyak mendiami wilayah Jerman menjadi target utama.
Masa lalu Hitler yang memiliki hubungan yang buruk dengan orang Yahudi menambah kebenciannya terhadap bangsa yang satu ini. Secara diam-diam Haushofer memprovokasi Hitler agar terus mengejar dan mengusir orang-orang Yahudi dari Jerman dan kawasan sekitarnya.

Mengapa seorang Haushofer yang juga Yahudi Jerman berbuat seperti ini?.

Jawabannya bisa ditemukan dalam sebuah pertemuan rahasia 13 keluarga berpengaruh Yahudi di Judenstaat, Frankfurt, Bavaria, di kediaman Sir Mayer Amschell Rothschild pada tahun 1773. Saat itu Rotshchild melontarkan dua rencananya. 

Pertama, menyusun 25 program penguasaan dunia yang kemudian kita kenal sekarang sebagai Protokolat Zionis. 

Yang kedua, Rotshchild menyebut nama Adam Weishaupt—seorang mantan Yesuit—untuk mendirikan dan memimpin organisasi konspiratif modern bernama Illuminati. 

Pertemuan Frankfurt ini menyepakati, mereka harus menemukan kembali harta karun King Solomon yang mereka yakini terbenam dalam reruntuhan Haikal Sulaiman yang ada di bawah Masjidil Aqsha di Yerusalem. Caranya adalah dengan merebut Yerusalem dari tangan bangsa Palestina yang sudah ribuan tahun mendiaminya.

Karena itu seorang tokoh Yahudi bernama Theodore Hertzl ditugaskan menemui Sultan Abdul Hamid II yang kala itu menjadi Khalifah Turki Utsmaniyah agar mau menyerahkan Tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Sultan Abdul Hamid II menolak mentah-mentah permintaan ini walau kemudian Hertzl mengiming-imingi Sultan dengan harta berlimpah. Namun dengan keteguhannya Sultan Abdul Hamid II tidak bergeming sedikit pun. “Selama jantungku masih berdetak dan darahku masih mengalir, aku haramkan Tanah Palestina bagi kalian wahai Yahudi, ” demikian jawaban dari Sultan Abdul Hamid II. 

Akibatnya Hertzl dan petinggi Yahudi geram dan membuat satu strategi untuk meruntuhkan khilafah dengan memunculkan seorang Turki Muda bernama Mustafa Kemal Attaturk. Dengan kekejian dan kelicikannya Sultan Abdul Hamid II pun tersingkir. Kekhalifahan Turki Utsmani dibubarkan, dan Mustafa Kemal Attaturk menjadi pemimpin Turki dan mensekulerkan negeri itu. Satu penghalang telah tumbang. Walau demikian Yerusalem belum bisa diduduki.

Theodore Hertzl kemudian menyelenggarakan Kongres Internasional Zionisme (1897) yang diselenggarakan di Basel, Swiss. Kongres ini menyepakati bahwa seluruh Yahudi-Diaspora, istilah bagi orang-orang Yahudi yang masih terserak di seluruh dunia, agar secepatnya melakukan imigrasi ke Promise Land atau yang menurut mereka Kota Suci Yerusalem. Seruan Kongres Internasional Zionis ini tidak ditanggapi dengan antusias. Banyak keluarga Yahudi yang sudah mapan di Eropa dan Amerika enggan pindah ke Yerusalem. Meraka menolak seruan itu walau para ketua Zionis memaksanya.

Akhirnya tidak ada jalan lain, imigrasi Yahudi ke Palestina harus melalui jalan paksaan. Harus ada satu kondisi yang memaksa orang-orang Yahudi-Diaspora agar mau pindah ke Palestina.
Dan tugas tersebut ada pada Karl Haushofer yang di anggap sangat mengusai keadaan pada masa itu. 

Akhirnya Haushofer berhasil dengan gemilang mendekati Hitler dan kemudian—tanpa disadari—ulah Nazi mengejar-ngejar orang Yahudi mengakibatkan banyak orang Yahudi yang kabur dari negerinya dan berbondong-bondong ke Palestina.

Namun ini yang sangat menyesakkan bagi bangsa Yahudi Eropa, bagaimana mungkin seorang Karl Haushofer yang berdarah Yahudi mampu melakukan pembantaian berdarah terhadap kaumnya sendiri melalui tentara Nazi karena alasan untuk menduduki tanah Palestina.

Seperti yang telah dikemukakan oleh Norman Finkeltstein dalam “The Holocaust Industry” atau Frederich Toben, peristiwa Holocaust sesungguhnya didalangi oleh kaum Zionis-Yahudi guna memaksa orang-orang Yahudi lainnya agar mau pindah ke Palestina, lewat tangan Adolf Hitler.
Bahkan Norman Finkelstein yang juga berdarah Yahudi menentang cara-cara kotor Zionis ini. Dalam bukunya, Finkelstein membongkar mitos Holocaust dan menyebutnya sebagai proyek pemerasan yang dilakukan Zionis terhadap negara-negara Eropa dan juga dunia, dengan mengorbankan kaum Yahudi Eropa yang sebenarnya enggan untuk ke Palestina.


Namun tidak sedikit yang beranggapan kalau  Holocaust hanya sebuah peristiwa yang diciptakan untuk tujuan tertentu. Pengingkaran holocaust atau holocaust dinilal adalah kepercayaan bahwa Holocaust tidak pernah terjadi, atau jauh lebih sedikit dari 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi; dan bahwa tidak pernah ada rencana terpusat untuk memusnahkan bangsa Yahudi; atau bahwa tidak ada pembunuhan masal di kamp-kamp konsentrasi. 

Mereka yang percaya akan hal ini biasanya menuduh bangsa Yahudi atau kaum Zionis mengetahui hal ini dan mengadakan konspirasi untuk mendukung agenda politik mereka. Karena Holocaust dianggap ahli-ahli sejarah sebagai salah satu kejadian paling banyak didokumentasikan dalam sejarah, pandangan-pandangan ini tidak dianggap kredibel, dengan organisasi-organisasi seperti American Historical Association mengatakan bahwa Holocaust denial sebagai "at best, a form of academic fraud."
Ini yang membuat pernyataan holocaust denial di muka umum merupakan pelanggaran hukum di sepuluh negara Eropa, termasuk Perancis, Polandia, Austria, Swiss, Belgia, Romania, dan Jerman.

Holocaust deniers lebih suka disebut Holocaust "revisionists". Kebanyakan ahli sejarah mengatakan bahwa istilah ini menyesatkan. Historical revisionism adalah bagian dari ilmu sejarah; yaitu penyelidikan ulang dari accepted history (sejarah yang sudah diterima secara umum) dengan tujuan untuk lebih memperjelas peristiwa tersebut. Sebaliknya, negationist dapat secara sengaja menggunakan catatan sejarah yang salah; seperti ditulis Gordon McFee: "Revisionists depart from the conclusion that the Holocaust did not occur and work backwards through the facts to adapt them to that preordained conclusion. Put another way, they reverse the proper methodology ... thus turning the proper historical method of investigation and analysis on its head."

Public Opinion Quarterly juga menyimpulkan: "Tidak ada ahli sejarah terkemuka yang mempertanyakan kenyataan Holocaust, dan mereka yang mendukung Holocaust denial kebanyakan adalah anti-Semit dan/atau neo-Nazi”.
Holocaust denial sangat populer dalam penentang-penentang Israel dari kaum Muslim karena memang banyak bukti yang dikeluarkan oleh ilmuwan barat sendiri yang menjelaskan kebohongan holocaust ini.
Disertasi doktor Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, meragukan bahwa kamar gas digunakan untuk membunuh orang-orang Yahudi dan mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi yang dibunuh dalam Holocaust kurang dari 1 juta jiwa. Abbas belum pernah menyatakan pandangan ini sejak ditunjuk menjadi Perdana Menteri Palestina pada tahun 2003, dan telah membantah bahwa ia adalah seorang Holocaust denier. 
Pada akhir 2005, presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan Holocaust sebagai "mitos pembantaian orang Yahudi."

Sebenarnya dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa yang menyangkal adanya Holocaust, di antaranya: Pengarang Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dll. tetapi hampir semuanya dinyatakan bersalah dan dijebloskan kedalam penjara termasuk Pada 15 Feb 2007, Ernst Zundel seorang Holocaust denier dihukum 5 tahun penjara . Seorang pengacaranya, Herbert Schaller, menghujah bahwa semua bukti tentang adanya Holocaust hanya berdasarkan pengakuan korban-korbannya saja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel ini juga pernah ditahan pada tahun 1985, dan 1988 dalam kasus yang sama.

Semua hal di atas sangat kontras dengan slogan negara-negara barat sendiri yang menyatakan kebebasan berpendapat apalagi disertai bukti-bukti ilmiah tentang kebohongan Holocaust terutama digunakannya kamar gas oleh Nazi di Polandia, tetapi begitu menyinggung masalah yang menggugat hal ini mereka langsung memberangus habis penentang-penentangnya sehingga banyak kalangan menilai adanya lobby Yahudi yang berdiri dibelakangnya dalam mempengaruhi putusan pengadilan.

Bagaimana menurut anda kawan?.

Wasalam

Sumber: ( wikipedia, hx forum, dan dari sumber lainnya )

Senin, 09 Mei 2011

Kematian Osama bin Laden Antara Nafas Umat Islam Dan Kemenangan Amerika



Epik dunia ini memang cukup menarik jika didekati dengan teori konspirasi. Bagaimana pendapat anda, apakah anda setuju?. Ada banyak kejadian yang membuktikan kebenaran pendekatan ini. Misalnya sejarah Neil Amstrong sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan, ternyata terbukti hanya hasil propaganda Amerika melawan Uni Soviet waktu itu dalam perang dingin, yang berhasil mengorbitkan Yuri Gagarin mengitari bumi.
Peristiwa 11 September saja sampai hari ini masih menjadi tanda tanya besar. Runtuhnya Twin Tower WTC yang luar biasa kokoh, kelihatannya seperti hasil dari demolition yang biasa digunakan untuk meruntuhkan gedung bekas.
Padahal  kalau saja Amerika mau jujur, diduga pelakunya ialah bangsa Israel, kenapa?. Menurut sebuah fakta menarik, dari laporan time.com, dari sekitar 6.000 korban runtuhnya gedung WTC, hanya beberapa saja yang orang Yahudi. Padahal ada 4.000 orang Yahudi yang mencari nafkah di gedung itu. Konon, mereka sebelumnya telah dilarang mendekati gedung nahas itu oleh kelompoknya.

Sebab selama ini Israel sering memanfaatkan dan memprovokasi beberapa orang Arab fanatik untuk melakukan teror bunuh diri itu. Namun sayangnya, FBI, CIA, dan pejabat keamanan Amerika Serikat tak sungguh-sungguh mengusut informasi bahwa pada tanggal itu 4 ribu orang Yahudi libur. Menurut salah satu sumber berita, bahwa saat peledakan itu, juru kamera Yahudi tampak bersuka cita atas tabrakan itu. Nauzubillah.
 
Banyak analisis di internet yang menyebutkan kemustahilan tabrakan pesawat terbang dapat meluluh lantakan gedung WTC. Bahkan jika 10 rudal Tomahawk atau Scud ditembakan ke gedung tersebut, kemungkinan pasti hasilnya akan patah atau berlubang sebagian, namun tidak akan runtuh vertikal.

Demikian juga dengan kasus bom Bali pertama yang juga masih menjadi tanda tanya. Bagaimana bom karbit dengan satu mobil saja, bisa menyebabkan lubang cukup dalam dan lebar dan menyebabkan kehancuran yang luar biasa parah.
Bahkan TNI saja pernah menyanggahnya dengan menguji coba meledakkan TNT yang ternyata efeknya jauh dari dampak yang dihasilkan di kasus Bom Bali pertama. Beberapa pakar bom berpendapat kalau ciri-ciri ledakannya hampir sama dengan bom Micronuclear yang menimbulkan kejutan gelombang listrik yang menyebabkan seluruh listrik padam sesaat sebelum meledak.


Kasus serbuan pasukan Amerika yang katanya berujung pada kematian Osama bin laden, juga masih cukup banyak menimbulkan tanda tanya besar.

Osama yang dikabarkan tinggal di sebuah rumah besar yang mirip benteng dan di kabarkan sudah beberapa tahun tinggal di situ. Tentunya secara kasat mata, intelejen Pakistan yang pro Amerika pasti akan mudah mengendus keberadaan Osama.

Jadi apakah kira-kira kemungkinan kasus ini hasil rekayasa?,  Ya bisa jadi. ( hanya pendapat saya saja ) dan  Inilah alasannya.

Yang pertama. Presiden Obama saat ini sedang bersiap melakukan kampanye politik untuk pilihan jabatan yang kedua dan karena itu di susunlah dengan baik media propaganda untuk menaikkan peringkat lesu Obama sebelum pemilihan. Jadi harus ada kejadian yang monumental yang bisa dicatat sebagai keberhasilan pemerintahan Obama. Sehingga memang akhirnya ceritanya berjudul Obama vs Osama.

Yang kedua. Perang di Iraq, Afganistan, dan Pakistan lewat tangan Israel, cukup banyak menguras kocek Negara Paman Sam ini. Harus ada entry point bagi Amerika untuk tidak kehilangan muka jika harus meninggalkan Afghanistan. Rekayasa kematian Osama, bisa menjadi alasan bagi Pasukan Amerika bahwa misi mereka sudah tercapai. Mereka akan pulang dengan pesta pora dan perasaan bangga. Kenapa? karena Amerika belajar dari pengalaman perang Vietnam, yang kalah perang dan pulang dengan wajah tertunduk.

Yang ketiga. Berita terakhir disebutkan bahwa jenasah Osama bin laden dibuang ke laut untuk menghindari pengikutnya mengkultuskan dan nantinya dikhawatirkan para pengikutnya menjadikan kuburan Osama sebagai simbol terorisme. Tetapi cara ini bisa juga sebagai cara bagi Amerika untuk menghilangkan jejak dan barang bukti kematian Osama. Jika ada test DNA Osama, pastilah sangat mudah bagi Amerika untuk merekayasa hasilnya. Justru tindakan membuang jenasah Osama ke laut, akan semakin menguatkan kecurigaan rekayasa ini.

Yang keempat. Kematian Osama bin laden sendiri masih misterius. Foto-foto yang beredar tentang Osama ternyata hanya memiliki kemiripan saja. Sedangkan foto Osama yang tampak terluka dan berlumuran darah disinyalir hasil pekerjaan Photoshop atau GIMP.

Apa hubungannya kematian Osama bin laden antara Nafas Umat Islam dan Kemenangan AS?.

Semenjak Gedung Pencakar Langit, Word Trade Center (WTC) dihajar pesawat pada tanggal 11 September 2001. Amerika dengan tegas dan tajam langsung meletakan telunjuknya ke hidung Osama bin laden.
Meski tidak ada informasi yang akurat apakah pelaku yang memimpin penyerangan teror menggunakan pesawat itu benar-benar dipimpin oleh Osama bin laden. Tapi Amerika sangat yakin akan tuduhannya itu, sehinga menetapkan tanggal itu sebagai hari yang menjadi awal bagi terbukanya permusuhan dengan Osama. Dan menyatakan Osama bin laden dan Al-Qaeda pengikutnya adalah teroris.


Sebetulnya, semenjak insiden penyerangan pada gedung WTC pun, sudah merupakan pukulan berat bagi umat Islam di dunia (mungkin tidak semua). Dan hal itu ditambah dengan tindakan Imam Samudera Cs yang melakukan pemboman di Kecamatan Kuta, Pulau Bali pada tanggal 12 Oktober 2002. Sehingga semenjak saat itu Umat Islam selalu dicurigai, sering dikaitkan dengan terorisme. 
Bahkan beberapa orang tidak lagi meletakkan kata teroris pada "Umat Islam", melainkan pada Islam itu sendiri. "Islam adalah teroris", atau "terorisme Islam". Dan hal itu merupakan fitnah yang sangat besar, yang sangat mengancam dan menakutkan untuk sebagian umat Islam melebihi aksi terorisme itu sendiri.

Oleh karena itu, aksi terorisme yang terjadi selama dekade ini bukan hanya dirasakan keresahannya oleh rakyat Amerika, tapi bagi umat Islam itu sendiri. Sebab meski bagaimana pun, Osama bukanlah ikon Islam, ia bukan pula gambaran dan ajaran Islam. Osama bukan sandaran kehidupan Islam layaknya Nabi Muhammad S.A.W yang bisa menjadi tauladan.


Begitu pula kasus Bom Bali dan Imam Samudera Cs, tindakannya bukanlah bentuk ajaran Islam. sehingga seperti yang sudah disinggung sebelumnya, aksi penghancuran WTC dan Bom Bali itu sendiri merupakan jerat yang sangat menyesakan dada bagi umat Islam. 
Sebab setiap kali ada aksi yang "berkonotasi mengancam" bagi kehidupan sosial, lagi-lagi yang sering di tuduh meski dengan tidak mengatakan selalu pastilah yang dituding adalah Islam.

Jadi, jika berbicara tentang terorisme, ketakutan, ancaman, kecurigaan, dan hal semacamnya, siapakah yang lebih merasakan ketakutannya. Amerika, atau kah umat Islam itu sendiri?.
Di satu sisi meski tidak dalam segala hal, selalu Amerika menuduh Islam adalah teroris. Dan di sisi lain, Umat Islam sendiri merasakan hal itu sebagai tuduhan yang sangat menyakitkan dan menyesakan kehidupan keberagamaan. 

Bahkan ketakutannya dan kebebasan nafas Islam begitu serasa terhimpit atas tudingan itu. Saya jadi teringat suatu kalimat yang sering diucapkan. "Fitnah lebih besar dari pada pembunuhan". Inilah yang saat ini dirasakan oleh Masyarakat Islam sebenarnya. 
Sekarang Amerika bergembira atas kematian Osama, bahkan hal itu dirasakan sebagai bentuk kemenangan.
Dan yang jadi pertanyaan, benarkah kematian Osama Bin Laden akan mendinginkan dunia dari kata "terorisme"?. Dan setelah akar terorisme tercabut, mungkinkah kata terorisme tidak dikaitkan kembali dengan Islam?.

“Saya sangat berharap Islam Damai dalam kehidupannya”
 Bagaimana dengan anda kawan?.


Sumber: ( wikipedia, irib.com,.kompasiana )

Sabtu, 07 Mei 2011

Perjuangan Osama bin Laden Dan Sejarah Al-Qaeda Dari Tahun ke Tahun




Terbetik kabar kematian Osama bin laden telah di rencanakan orang kepercayaan sekaligus mentor Osama sendiri yang merasa sudah jenuh dengan cara Osama yang selalu berpindah-pindah tempat menyebabkan faksi-faksi Al-Qaeda banyak yang terpecah-pecah tanpa ada kepemimpinan dan juga Rencana Besar yang bisa menyatukan mereka.


                                Ayman_Jawahiri mentor Osama bin laden


Sehingga orang kepercayaan Osama tersebut merasa kepimpinan Osama sudah tidak di perlukan lagi, untuk itu di buatlah rencana agar sementara waktu Osama tinggal di Abbottabad, Pakistan untuk kemudian di bocorkan kepada intelejen Amerika.

Anda penasaran?
Nanti di artikel selanjutnya kita akan membahasnya tentang kebenaran konspirasi tersebut.  Sekarang kita lihat dulu kilas balik sejarah Al-Qaeda dari tahun ke tahun.


1957: Osama bin Laden dilahirkan di Riyadh, Arab Saudi, sebagai satu dari 54 anak Mohammad bin Laden, pengusaha konstruksi. Ibunya berasal dari Suriah.

1969: Mohammed bin Laden meninggal dalam kecelakaan helikopter. Osama, yang berusia 11 tahun, disebut-sebut mewarisi kekayaan ayahnya senilai US$80 juta.

1984: Bin Laden pergi ke Afghanistan untuk berjihad melawan pendudukan Uni Soviet. Dia mendanai dan memimpin 20.000 pejuang Islam yang berasal dari seluruh dunia.

1988: Bin Laden mendirikan grup Al-Qaeda yang berarti "Dasar." Dan para pengikutnya kebanyakan berasal dari mantan pejuang-pejuang di Afganistan.

1989: Uni Soviet menarik mundur pasukannya dari Afghanistan.

1991: Amerika Serikat memimpin aliansi untuk mengusir Irak dari Kuwait yang dikuasainya sejak setahun sebelumnya. Bin Laden mengumumkan jihad melawan Amerika karena telah menempatkan pasukannya di Arab Saudi, tempat di mana Islam memiliki dua tempat suci.

1992: Bin Laden kembali ke Arab Saudi, namun karena dukungannya atas kelompok Islam garis keras di Mesir dan Aljazair, membuat paspor Arab Saudinya dicabut.

1993: Sebuah ledakan di lantai dasar World Trade Center di New York membunuh enam orang dan melukai 1.000 orang. Serangan ini dikaitkan ke Al-Qaeda.

1995: Sebuah bom membunuh penasihat militer Amerika untuk keamanan Arab Saudi. Lima tentara AS terbunuh dan 60 luka-luka.

1996: Sebuah truk yang penuh bahan peledak menghancurkan markas militer AS di Khobar, Arab Saudi. Sembilan belas warga negara Amerika tewas dan 386 terluka. Sudan meminta Bin Laden pergi dan dia muncul lagi di Afghanistan, di mana gerakan Taliban baru saja menguasai Kabul.

1998: Bom hampir-simultan menyerang kedutaan Amerika di Nairobi dan Dar-es-Salaam yang membunuh 224 orang, yang kebanyakan warga Afrika. Pasukan Amerika menyerang markas latihan Bin Laden di Afghanistan dan Sudan dengan misil, membunuh setidaknya 20 orang.

1999: Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat menempatkan bin Laden dalam daftar "10 Buron Paling Dicari."

2000: Sebuah bom bunuh diri kapal perang Amerika di Aden, Yaman, membunuh 17 marinir Amerika Serikat dan melukai 38 orang. Serangan ini disebut dilakukan oleh Al-Qaeda.


2001: Dua pesawat maskapai AS yang dibajak menabrak menara kembar World Trade Center di New York. Pesawat ketiga di bajak kemudian menabrak markas Pentagon dan pesawat keempat yang bajak ditabrakkan ke kawasan pinggiran Pennsylvania. Serangan ini membunuh sedikitnya 3.000 orang.

Amerika lalu menawarkan US$25 juta untuk hadiah bagi informasi yang bisa mengarah ke penahanan bin Laden. AS lalu memulai serangan atas Afghanistan, bertujuan untuk meminta Taliban yang berkuasa menyerahkan bin Laden. Bin Laden justru mengumumkan tak ada ampun bagi Amerika Serikat dan warganya dalam siaran di Al Jazeera.

2002: Bin Laden dilaprokan beberapa kali di Afghanistan, Iran, Pakistan - atau tewas.

2003: Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengatakan bin Laden mungkin masih hidup dan bersembunyi di Afghanistan, namun mengklaim al-Qaeda tidak efektif lagi sebagai organisasi teroris.

2003: Bin Laden meluncurkan sejumlah pernyataan mengenai konflik di Irak dan Afghanistan, ancaman akan ada serangan lebih lanjut dan menawarkan gencatan dengan AS.

2004: "Saya menawarkan inisiatif rekonsiliasi... menghentikan segala operasi melawan semua negara (Eropa) jika mereka berjanji tidak agresif atas Muslim." (rekaman Al-Arabiya)

2008: Bin Laden memperingatkan Eropa "pembalasan" setelah sebuah kartun kontroversial Nabi Muhammad dipublikasikan.

2010: Bin Laden mengklaim membom pesawat AS di Hari Natal dan memperingatkan lebih banyak serangan atas AS. Pesan terakhir menyalahkan negara industri atas perubahan iklim dan AS yang menolak meneken Protokol Kyoto, sembari mendesak boikot atas dolar Amerika.

2011: April, Osama biin Laden diklaim telah tewas dalam serangan yang dilakukan pasukan AS di kota Abbottabad, Pakistan. Presiden AS Barack Obama mengumumkan di televisi.


Demikianlah kilas balik perjalanan Osama bin laden sampai saat terakhir diawal bulan mei pemimpin Al-Qaeda tersebut dinyatakan tewas setelah penyerbuan oleh pasukan Amerika.

Baiklah bro, kita tunggu saja kelanjutan episode kematian Osama, pastinya sangat mendebarkan ya bro menunggu episode selanjutnya. Wasalam.

Sumber : ( metro tv, viva news, detik.com )

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons