Minggu, 15 Mei 2011

Tokoh Yahudi Dibalik Tragedi Holocaust Dan kontroversi Peristiwanya



Karl Haushofer adalah Seorang Profesor Yahudi yang terkenal dengan teori “The Heartland Theory” dan merupakan teman akrab dari pemimpin Nazi Adolf Hitler, dari situ Haushofer bisa mempengaruhi Hitler dengan menyodorkan teori-teorinya, diantaranya teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya dan yang paling mengejutkan sekaligus mengerikan Haushofer ternyata juga punya andil sangat besar dalam kasus pengejaran dan pembunuhan orang-orang Yahudi yang dilakukan Nazi-Jerman dalam Perang Dunia II yang dikenal dalam peristiwa Tragedi Holocaust.

Holocaust sendiri merupakan genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.


Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi "tidak disukai" antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.

Kembali kita ke tokoh Yahudi Karl Haushofer.
Mengapa Karl Haushofer yang seorang Yahudi bisa dengan kejamnya menghasut Nazi untuk melakukan pembantaian terhadap kaumnya sendiri?. Apa alasan dibalik pembantaian tersebut?.

Karl Ernst Haushofer lahir di Munich, Bavaria (Jerman), pada 27 Agustus 1869. Dia terlahir dari keluarga Yahudi Jerman, dari pasangan Max Haushofer, seorang ekonom, dan Frau Adele Haushofer.
Pada masa mudanya Haushofer di kenal oleh teman-temannya dan juga Martha Mayer Doss yang akhirnya menjadi istri dari Haushofer sebagai pemuda yang berpikiran sangat kritis, mengenyam pendidikan sampai tingkat atas. Lulus dari sekolah tingkat atas, Karl muda mendaftar sebagai tentara Bavaria. Karir di dinas ketentaraan, Karl menamatkan pendidikan di Lembaga Pendidikan Ketentaraan Bavaria (Kriegschule), Akademi Artileri (Artillerieschule), dan Bavarian War Academy (Kriegsakademie). Kemudian tahun 1896 Karl muda menikah dengan Martha Mayer Doss, juga seorang Yahudi.

Setelah menikah Haushofer meneruskan pendidikannya hingga menjadi perwira tinggi dan berdinas di Angkatan Perang Kerajaan Jerman dean karena kecakapannya karir Haushofer melejit hingga menduduki jabatan sebagai Staff Corp di tahun 1899. Bahkan pada tahun 1903, Karl Haushofer diangkat menjadi tenaga pengajar di Bavarian Kriegsakademie.

Tahun 1908, Haushofer dikirim ke Jepang guna mempelajari sistem ketentaraan di negeri Matahari Terbit itu. Di Jepang, Haushofer juga didaulat menjadi instruktur resimen artileri tentara Nippon. Dari Jepang, Haushofer yang menguasai banyak bahasa asing selain Jerman, seperti Inggris, Perancis, dan Rusia, ditugaskan melawat ke beberapa negara Timur Jauh seperti Korea, India, Tibet, Cina dan beberapa negara Asia lainnya.

Selama bertugas di Timur Jauh inilah, Haushofer yang memang telah lama tertarik dengan ajaran-ajaran mistis dari Timur melanjutkan penelitiannya. Dia juga menerjemahkan beberapa literatur Budhisme dan Hindu. Menurut sejumlah peneliti, ketertarikan Haushofer terhadap ajaran mistis-esoteris bukan tanpa sebab. Latar belakang keluarganya dipercaya memang telah bersentuhan dengan hal-hal seperti ini. Haushofer merupakan salah satu tokoh dari sebuah persaudaraan mistis pemuja setan yang lebih di kenal dengan ajaran Kabbalah, inilah yang membentuk kepribadian Karl Haushofer.
 
Dari perjalanannya keliling Timur Jauh inilah, Haushofer kemudian memperkenalkan sebuah Teori Geo-Politik yang dinamakan “The Heartland Theory” yang intinya berbunyi: “Siapa pun yang bisa menguasai Heartland maka ia akan mampu menguasai World Island”.
Heartland atau jantung bumi menurut Haushofer merupakan sebutan bagi wilayah Asia Tengah, dan World Island mengacu pada kawasan Timur Tengah. Kedua kawasan itu merupakan kawasan kaya minyak bumi dan juga gas. 

Teori ini sesungguhnya bukan otentik dari Haushofer, namun adaptasi dari Sir Alfrod McKinder (1861-1947), seorang pakar geopolitik asal Inggris terkemuka abad ke-19.
Yang pada masa sekarang ini oleh seorang sarjana Amerika bernama Nicholas Spykman, menambahkan teori ini dengan mengatakan, “Siapa pun yang bisa menguasai World Island, maka ia menguasai dunia.”

Jadi apa yang kita lihat saat ini di Milenium ketiga, bahwa teori ini juga dianut oleh Gedung Putih dan merupakan tujuan bagi masa depan Amerika, sehingga bisa kita ketahui beberapa presiden Amerika dimulai dari Bush sampai Obama mereka berambisi menguasai Afghanistan, Irak, dan negeri-negeri sekitarnya melalui teori tersebut.


Bagaimanakah Karl Haushofer bisa menjadi otak dari peristiwa Holocaust yang mengerikan tersebut?. 

Karl Haushofer dikenal dekat dengan perwira-perwira Jerman, bahkan dikabarkan berkawan akrab dengan dua tokoh Nazi, Adolf Hitler dan Sekretarisnya, Rudolf Hess. Kepada Hitler, Haushofer menyodorkan teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya. 

Buku karangan Hitler yang diasisteni Hess berjudul “Mein Kampf” (Perjuanganku, 1926)—buku ini menjadi buku suci Partai Nazi—dilatarbelakangi teori yang dikemukakan Haushofer. Menurut Haushofer, agar bangsa Jerman bisa menjadi bangsa terkuat di dunia, maka ras Arya harus memurnikan dirinya dan menyingkirkan semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini. Teori Charles Darwin yang juga seorang Yahudi pun dikemukakan oleh Haushofer sehingga Adolf Hitler menjadi semakin jatuh dalam pengaruhnya.

Berkat pengaruh dari Haushofer inilah, ketika Nazi berkuasa, maka dilakukan pemurnian ras Arya secara besar-besaran. Semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini dikejar-kejar dan dihancurkan, secara khusus orang Yahudi yang memang banyak mendiami wilayah Jerman menjadi target utama.
Masa lalu Hitler yang memiliki hubungan yang buruk dengan orang Yahudi menambah kebenciannya terhadap bangsa yang satu ini. Secara diam-diam Haushofer memprovokasi Hitler agar terus mengejar dan mengusir orang-orang Yahudi dari Jerman dan kawasan sekitarnya.

Mengapa seorang Haushofer yang juga Yahudi Jerman berbuat seperti ini?.

Jawabannya bisa ditemukan dalam sebuah pertemuan rahasia 13 keluarga berpengaruh Yahudi di Judenstaat, Frankfurt, Bavaria, di kediaman Sir Mayer Amschell Rothschild pada tahun 1773. Saat itu Rotshchild melontarkan dua rencananya. 

Pertama, menyusun 25 program penguasaan dunia yang kemudian kita kenal sekarang sebagai Protokolat Zionis. 

Yang kedua, Rotshchild menyebut nama Adam Weishaupt—seorang mantan Yesuit—untuk mendirikan dan memimpin organisasi konspiratif modern bernama Illuminati. 

Pertemuan Frankfurt ini menyepakati, mereka harus menemukan kembali harta karun King Solomon yang mereka yakini terbenam dalam reruntuhan Haikal Sulaiman yang ada di bawah Masjidil Aqsha di Yerusalem. Caranya adalah dengan merebut Yerusalem dari tangan bangsa Palestina yang sudah ribuan tahun mendiaminya.

Karena itu seorang tokoh Yahudi bernama Theodore Hertzl ditugaskan menemui Sultan Abdul Hamid II yang kala itu menjadi Khalifah Turki Utsmaniyah agar mau menyerahkan Tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Sultan Abdul Hamid II menolak mentah-mentah permintaan ini walau kemudian Hertzl mengiming-imingi Sultan dengan harta berlimpah. Namun dengan keteguhannya Sultan Abdul Hamid II tidak bergeming sedikit pun. “Selama jantungku masih berdetak dan darahku masih mengalir, aku haramkan Tanah Palestina bagi kalian wahai Yahudi, ” demikian jawaban dari Sultan Abdul Hamid II. 

Akibatnya Hertzl dan petinggi Yahudi geram dan membuat satu strategi untuk meruntuhkan khilafah dengan memunculkan seorang Turki Muda bernama Mustafa Kemal Attaturk. Dengan kekejian dan kelicikannya Sultan Abdul Hamid II pun tersingkir. Kekhalifahan Turki Utsmani dibubarkan, dan Mustafa Kemal Attaturk menjadi pemimpin Turki dan mensekulerkan negeri itu. Satu penghalang telah tumbang. Walau demikian Yerusalem belum bisa diduduki.

Theodore Hertzl kemudian menyelenggarakan Kongres Internasional Zionisme (1897) yang diselenggarakan di Basel, Swiss. Kongres ini menyepakati bahwa seluruh Yahudi-Diaspora, istilah bagi orang-orang Yahudi yang masih terserak di seluruh dunia, agar secepatnya melakukan imigrasi ke Promise Land atau yang menurut mereka Kota Suci Yerusalem. Seruan Kongres Internasional Zionis ini tidak ditanggapi dengan antusias. Banyak keluarga Yahudi yang sudah mapan di Eropa dan Amerika enggan pindah ke Yerusalem. Meraka menolak seruan itu walau para ketua Zionis memaksanya.

Akhirnya tidak ada jalan lain, imigrasi Yahudi ke Palestina harus melalui jalan paksaan. Harus ada satu kondisi yang memaksa orang-orang Yahudi-Diaspora agar mau pindah ke Palestina.
Dan tugas tersebut ada pada Karl Haushofer yang di anggap sangat mengusai keadaan pada masa itu. 

Akhirnya Haushofer berhasil dengan gemilang mendekati Hitler dan kemudian—tanpa disadari—ulah Nazi mengejar-ngejar orang Yahudi mengakibatkan banyak orang Yahudi yang kabur dari negerinya dan berbondong-bondong ke Palestina.

Namun ini yang sangat menyesakkan bagi bangsa Yahudi Eropa, bagaimana mungkin seorang Karl Haushofer yang berdarah Yahudi mampu melakukan pembantaian berdarah terhadap kaumnya sendiri melalui tentara Nazi karena alasan untuk menduduki tanah Palestina.

Seperti yang telah dikemukakan oleh Norman Finkeltstein dalam “The Holocaust Industry” atau Frederich Toben, peristiwa Holocaust sesungguhnya didalangi oleh kaum Zionis-Yahudi guna memaksa orang-orang Yahudi lainnya agar mau pindah ke Palestina, lewat tangan Adolf Hitler.
Bahkan Norman Finkelstein yang juga berdarah Yahudi menentang cara-cara kotor Zionis ini. Dalam bukunya, Finkelstein membongkar mitos Holocaust dan menyebutnya sebagai proyek pemerasan yang dilakukan Zionis terhadap negara-negara Eropa dan juga dunia, dengan mengorbankan kaum Yahudi Eropa yang sebenarnya enggan untuk ke Palestina.


Namun tidak sedikit yang beranggapan kalau  Holocaust hanya sebuah peristiwa yang diciptakan untuk tujuan tertentu. Pengingkaran holocaust atau holocaust dinilal adalah kepercayaan bahwa Holocaust tidak pernah terjadi, atau jauh lebih sedikit dari 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi; dan bahwa tidak pernah ada rencana terpusat untuk memusnahkan bangsa Yahudi; atau bahwa tidak ada pembunuhan masal di kamp-kamp konsentrasi. 

Mereka yang percaya akan hal ini biasanya menuduh bangsa Yahudi atau kaum Zionis mengetahui hal ini dan mengadakan konspirasi untuk mendukung agenda politik mereka. Karena Holocaust dianggap ahli-ahli sejarah sebagai salah satu kejadian paling banyak didokumentasikan dalam sejarah, pandangan-pandangan ini tidak dianggap kredibel, dengan organisasi-organisasi seperti American Historical Association mengatakan bahwa Holocaust denial sebagai "at best, a form of academic fraud."
Ini yang membuat pernyataan holocaust denial di muka umum merupakan pelanggaran hukum di sepuluh negara Eropa, termasuk Perancis, Polandia, Austria, Swiss, Belgia, Romania, dan Jerman.

Holocaust deniers lebih suka disebut Holocaust "revisionists". Kebanyakan ahli sejarah mengatakan bahwa istilah ini menyesatkan. Historical revisionism adalah bagian dari ilmu sejarah; yaitu penyelidikan ulang dari accepted history (sejarah yang sudah diterima secara umum) dengan tujuan untuk lebih memperjelas peristiwa tersebut. Sebaliknya, negationist dapat secara sengaja menggunakan catatan sejarah yang salah; seperti ditulis Gordon McFee: "Revisionists depart from the conclusion that the Holocaust did not occur and work backwards through the facts to adapt them to that preordained conclusion. Put another way, they reverse the proper methodology ... thus turning the proper historical method of investigation and analysis on its head."

Public Opinion Quarterly juga menyimpulkan: "Tidak ada ahli sejarah terkemuka yang mempertanyakan kenyataan Holocaust, dan mereka yang mendukung Holocaust denial kebanyakan adalah anti-Semit dan/atau neo-Nazi”.
Holocaust denial sangat populer dalam penentang-penentang Israel dari kaum Muslim karena memang banyak bukti yang dikeluarkan oleh ilmuwan barat sendiri yang menjelaskan kebohongan holocaust ini.
Disertasi doktor Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, meragukan bahwa kamar gas digunakan untuk membunuh orang-orang Yahudi dan mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi yang dibunuh dalam Holocaust kurang dari 1 juta jiwa. Abbas belum pernah menyatakan pandangan ini sejak ditunjuk menjadi Perdana Menteri Palestina pada tahun 2003, dan telah membantah bahwa ia adalah seorang Holocaust denier. 
Pada akhir 2005, presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan Holocaust sebagai "mitos pembantaian orang Yahudi."

Sebenarnya dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa yang menyangkal adanya Holocaust, di antaranya: Pengarang Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dll. tetapi hampir semuanya dinyatakan bersalah dan dijebloskan kedalam penjara termasuk Pada 15 Feb 2007, Ernst Zundel seorang Holocaust denier dihukum 5 tahun penjara . Seorang pengacaranya, Herbert Schaller, menghujah bahwa semua bukti tentang adanya Holocaust hanya berdasarkan pengakuan korban-korbannya saja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel ini juga pernah ditahan pada tahun 1985, dan 1988 dalam kasus yang sama.

Semua hal di atas sangat kontras dengan slogan negara-negara barat sendiri yang menyatakan kebebasan berpendapat apalagi disertai bukti-bukti ilmiah tentang kebohongan Holocaust terutama digunakannya kamar gas oleh Nazi di Polandia, tetapi begitu menyinggung masalah yang menggugat hal ini mereka langsung memberangus habis penentang-penentangnya sehingga banyak kalangan menilai adanya lobby Yahudi yang berdiri dibelakangnya dalam mempengaruhi putusan pengadilan.

Bagaimana menurut anda kawan?.

Wasalam

Sumber: ( wikipedia, hx forum, dan dari sumber lainnya )

Senin, 09 Mei 2011

Kematian Osama bin Laden Antara Nafas Umat Islam Dan Kemenangan Amerika



Epik dunia ini memang cukup menarik jika didekati dengan teori konspirasi. Bagaimana pendapat anda, apakah anda setuju?. Ada banyak kejadian yang membuktikan kebenaran pendekatan ini. Misalnya sejarah Neil Amstrong sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan, ternyata terbukti hanya hasil propaganda Amerika melawan Uni Soviet waktu itu dalam perang dingin, yang berhasil mengorbitkan Yuri Gagarin mengitari bumi.
Peristiwa 11 September saja sampai hari ini masih menjadi tanda tanya besar. Runtuhnya Twin Tower WTC yang luar biasa kokoh, kelihatannya seperti hasil dari demolition yang biasa digunakan untuk meruntuhkan gedung bekas.
Padahal  kalau saja Amerika mau jujur, diduga pelakunya ialah bangsa Israel, kenapa?. Menurut sebuah fakta menarik, dari laporan time.com, dari sekitar 6.000 korban runtuhnya gedung WTC, hanya beberapa saja yang orang Yahudi. Padahal ada 4.000 orang Yahudi yang mencari nafkah di gedung itu. Konon, mereka sebelumnya telah dilarang mendekati gedung nahas itu oleh kelompoknya.

Sebab selama ini Israel sering memanfaatkan dan memprovokasi beberapa orang Arab fanatik untuk melakukan teror bunuh diri itu. Namun sayangnya, FBI, CIA, dan pejabat keamanan Amerika Serikat tak sungguh-sungguh mengusut informasi bahwa pada tanggal itu 4 ribu orang Yahudi libur. Menurut salah satu sumber berita, bahwa saat peledakan itu, juru kamera Yahudi tampak bersuka cita atas tabrakan itu. Nauzubillah.
 
Banyak analisis di internet yang menyebutkan kemustahilan tabrakan pesawat terbang dapat meluluh lantakan gedung WTC. Bahkan jika 10 rudal Tomahawk atau Scud ditembakan ke gedung tersebut, kemungkinan pasti hasilnya akan patah atau berlubang sebagian, namun tidak akan runtuh vertikal.

Demikian juga dengan kasus bom Bali pertama yang juga masih menjadi tanda tanya. Bagaimana bom karbit dengan satu mobil saja, bisa menyebabkan lubang cukup dalam dan lebar dan menyebabkan kehancuran yang luar biasa parah.
Bahkan TNI saja pernah menyanggahnya dengan menguji coba meledakkan TNT yang ternyata efeknya jauh dari dampak yang dihasilkan di kasus Bom Bali pertama. Beberapa pakar bom berpendapat kalau ciri-ciri ledakannya hampir sama dengan bom Micronuclear yang menimbulkan kejutan gelombang listrik yang menyebabkan seluruh listrik padam sesaat sebelum meledak.


Kasus serbuan pasukan Amerika yang katanya berujung pada kematian Osama bin laden, juga masih cukup banyak menimbulkan tanda tanya besar.

Osama yang dikabarkan tinggal di sebuah rumah besar yang mirip benteng dan di kabarkan sudah beberapa tahun tinggal di situ. Tentunya secara kasat mata, intelejen Pakistan yang pro Amerika pasti akan mudah mengendus keberadaan Osama.

Jadi apakah kira-kira kemungkinan kasus ini hasil rekayasa?,  Ya bisa jadi. ( hanya pendapat saya saja ) dan  Inilah alasannya.

Yang pertama. Presiden Obama saat ini sedang bersiap melakukan kampanye politik untuk pilihan jabatan yang kedua dan karena itu di susunlah dengan baik media propaganda untuk menaikkan peringkat lesu Obama sebelum pemilihan. Jadi harus ada kejadian yang monumental yang bisa dicatat sebagai keberhasilan pemerintahan Obama. Sehingga memang akhirnya ceritanya berjudul Obama vs Osama.

Yang kedua. Perang di Iraq, Afganistan, dan Pakistan lewat tangan Israel, cukup banyak menguras kocek Negara Paman Sam ini. Harus ada entry point bagi Amerika untuk tidak kehilangan muka jika harus meninggalkan Afghanistan. Rekayasa kematian Osama, bisa menjadi alasan bagi Pasukan Amerika bahwa misi mereka sudah tercapai. Mereka akan pulang dengan pesta pora dan perasaan bangga. Kenapa? karena Amerika belajar dari pengalaman perang Vietnam, yang kalah perang dan pulang dengan wajah tertunduk.

Yang ketiga. Berita terakhir disebutkan bahwa jenasah Osama bin laden dibuang ke laut untuk menghindari pengikutnya mengkultuskan dan nantinya dikhawatirkan para pengikutnya menjadikan kuburan Osama sebagai simbol terorisme. Tetapi cara ini bisa juga sebagai cara bagi Amerika untuk menghilangkan jejak dan barang bukti kematian Osama. Jika ada test DNA Osama, pastilah sangat mudah bagi Amerika untuk merekayasa hasilnya. Justru tindakan membuang jenasah Osama ke laut, akan semakin menguatkan kecurigaan rekayasa ini.

Yang keempat. Kematian Osama bin laden sendiri masih misterius. Foto-foto yang beredar tentang Osama ternyata hanya memiliki kemiripan saja. Sedangkan foto Osama yang tampak terluka dan berlumuran darah disinyalir hasil pekerjaan Photoshop atau GIMP.

Apa hubungannya kematian Osama bin laden antara Nafas Umat Islam dan Kemenangan AS?.

Semenjak Gedung Pencakar Langit, Word Trade Center (WTC) dihajar pesawat pada tanggal 11 September 2001. Amerika dengan tegas dan tajam langsung meletakan telunjuknya ke hidung Osama bin laden.
Meski tidak ada informasi yang akurat apakah pelaku yang memimpin penyerangan teror menggunakan pesawat itu benar-benar dipimpin oleh Osama bin laden. Tapi Amerika sangat yakin akan tuduhannya itu, sehinga menetapkan tanggal itu sebagai hari yang menjadi awal bagi terbukanya permusuhan dengan Osama. Dan menyatakan Osama bin laden dan Al-Qaeda pengikutnya adalah teroris.


Sebetulnya, semenjak insiden penyerangan pada gedung WTC pun, sudah merupakan pukulan berat bagi umat Islam di dunia (mungkin tidak semua). Dan hal itu ditambah dengan tindakan Imam Samudera Cs yang melakukan pemboman di Kecamatan Kuta, Pulau Bali pada tanggal 12 Oktober 2002. Sehingga semenjak saat itu Umat Islam selalu dicurigai, sering dikaitkan dengan terorisme. 
Bahkan beberapa orang tidak lagi meletakkan kata teroris pada "Umat Islam", melainkan pada Islam itu sendiri. "Islam adalah teroris", atau "terorisme Islam". Dan hal itu merupakan fitnah yang sangat besar, yang sangat mengancam dan menakutkan untuk sebagian umat Islam melebihi aksi terorisme itu sendiri.

Oleh karena itu, aksi terorisme yang terjadi selama dekade ini bukan hanya dirasakan keresahannya oleh rakyat Amerika, tapi bagi umat Islam itu sendiri. Sebab meski bagaimana pun, Osama bukanlah ikon Islam, ia bukan pula gambaran dan ajaran Islam. Osama bukan sandaran kehidupan Islam layaknya Nabi Muhammad S.A.W yang bisa menjadi tauladan.


Begitu pula kasus Bom Bali dan Imam Samudera Cs, tindakannya bukanlah bentuk ajaran Islam. sehingga seperti yang sudah disinggung sebelumnya, aksi penghancuran WTC dan Bom Bali itu sendiri merupakan jerat yang sangat menyesakan dada bagi umat Islam. 
Sebab setiap kali ada aksi yang "berkonotasi mengancam" bagi kehidupan sosial, lagi-lagi yang sering di tuduh meski dengan tidak mengatakan selalu pastilah yang dituding adalah Islam.

Jadi, jika berbicara tentang terorisme, ketakutan, ancaman, kecurigaan, dan hal semacamnya, siapakah yang lebih merasakan ketakutannya. Amerika, atau kah umat Islam itu sendiri?.
Di satu sisi meski tidak dalam segala hal, selalu Amerika menuduh Islam adalah teroris. Dan di sisi lain, Umat Islam sendiri merasakan hal itu sebagai tuduhan yang sangat menyakitkan dan menyesakan kehidupan keberagamaan. 

Bahkan ketakutannya dan kebebasan nafas Islam begitu serasa terhimpit atas tudingan itu. Saya jadi teringat suatu kalimat yang sering diucapkan. "Fitnah lebih besar dari pada pembunuhan". Inilah yang saat ini dirasakan oleh Masyarakat Islam sebenarnya. 
Sekarang Amerika bergembira atas kematian Osama, bahkan hal itu dirasakan sebagai bentuk kemenangan.
Dan yang jadi pertanyaan, benarkah kematian Osama Bin Laden akan mendinginkan dunia dari kata "terorisme"?. Dan setelah akar terorisme tercabut, mungkinkah kata terorisme tidak dikaitkan kembali dengan Islam?.

“Saya sangat berharap Islam Damai dalam kehidupannya”
 Bagaimana dengan anda kawan?.


Sumber: ( wikipedia, irib.com,.kompasiana )

Sabtu, 07 Mei 2011

Perjuangan Osama bin Laden Dan Sejarah Al-Qaeda Dari Tahun ke Tahun




Terbetik kabar kematian Osama bin laden telah di rencanakan orang kepercayaan sekaligus mentor Osama sendiri yang merasa sudah jenuh dengan cara Osama yang selalu berpindah-pindah tempat menyebabkan faksi-faksi Al-Qaeda banyak yang terpecah-pecah tanpa ada kepemimpinan dan juga Rencana Besar yang bisa menyatukan mereka.


                                Ayman_Jawahiri mentor Osama bin laden


Sehingga orang kepercayaan Osama tersebut merasa kepimpinan Osama sudah tidak di perlukan lagi, untuk itu di buatlah rencana agar sementara waktu Osama tinggal di Abbottabad, Pakistan untuk kemudian di bocorkan kepada intelejen Amerika.

Anda penasaran?
Nanti di artikel selanjutnya kita akan membahasnya tentang kebenaran konspirasi tersebut.  Sekarang kita lihat dulu kilas balik sejarah Al-Qaeda dari tahun ke tahun.


1957: Osama bin Laden dilahirkan di Riyadh, Arab Saudi, sebagai satu dari 54 anak Mohammad bin Laden, pengusaha konstruksi. Ibunya berasal dari Suriah.

1969: Mohammed bin Laden meninggal dalam kecelakaan helikopter. Osama, yang berusia 11 tahun, disebut-sebut mewarisi kekayaan ayahnya senilai US$80 juta.

1984: Bin Laden pergi ke Afghanistan untuk berjihad melawan pendudukan Uni Soviet. Dia mendanai dan memimpin 20.000 pejuang Islam yang berasal dari seluruh dunia.

1988: Bin Laden mendirikan grup Al-Qaeda yang berarti "Dasar." Dan para pengikutnya kebanyakan berasal dari mantan pejuang-pejuang di Afganistan.

1989: Uni Soviet menarik mundur pasukannya dari Afghanistan.

1991: Amerika Serikat memimpin aliansi untuk mengusir Irak dari Kuwait yang dikuasainya sejak setahun sebelumnya. Bin Laden mengumumkan jihad melawan Amerika karena telah menempatkan pasukannya di Arab Saudi, tempat di mana Islam memiliki dua tempat suci.

1992: Bin Laden kembali ke Arab Saudi, namun karena dukungannya atas kelompok Islam garis keras di Mesir dan Aljazair, membuat paspor Arab Saudinya dicabut.

1993: Sebuah ledakan di lantai dasar World Trade Center di New York membunuh enam orang dan melukai 1.000 orang. Serangan ini dikaitkan ke Al-Qaeda.

1995: Sebuah bom membunuh penasihat militer Amerika untuk keamanan Arab Saudi. Lima tentara AS terbunuh dan 60 luka-luka.

1996: Sebuah truk yang penuh bahan peledak menghancurkan markas militer AS di Khobar, Arab Saudi. Sembilan belas warga negara Amerika tewas dan 386 terluka. Sudan meminta Bin Laden pergi dan dia muncul lagi di Afghanistan, di mana gerakan Taliban baru saja menguasai Kabul.

1998: Bom hampir-simultan menyerang kedutaan Amerika di Nairobi dan Dar-es-Salaam yang membunuh 224 orang, yang kebanyakan warga Afrika. Pasukan Amerika menyerang markas latihan Bin Laden di Afghanistan dan Sudan dengan misil, membunuh setidaknya 20 orang.

1999: Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat menempatkan bin Laden dalam daftar "10 Buron Paling Dicari."

2000: Sebuah bom bunuh diri kapal perang Amerika di Aden, Yaman, membunuh 17 marinir Amerika Serikat dan melukai 38 orang. Serangan ini disebut dilakukan oleh Al-Qaeda.


2001: Dua pesawat maskapai AS yang dibajak menabrak menara kembar World Trade Center di New York. Pesawat ketiga di bajak kemudian menabrak markas Pentagon dan pesawat keempat yang bajak ditabrakkan ke kawasan pinggiran Pennsylvania. Serangan ini membunuh sedikitnya 3.000 orang.

Amerika lalu menawarkan US$25 juta untuk hadiah bagi informasi yang bisa mengarah ke penahanan bin Laden. AS lalu memulai serangan atas Afghanistan, bertujuan untuk meminta Taliban yang berkuasa menyerahkan bin Laden. Bin Laden justru mengumumkan tak ada ampun bagi Amerika Serikat dan warganya dalam siaran di Al Jazeera.

2002: Bin Laden dilaprokan beberapa kali di Afghanistan, Iran, Pakistan - atau tewas.

2003: Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengatakan bin Laden mungkin masih hidup dan bersembunyi di Afghanistan, namun mengklaim al-Qaeda tidak efektif lagi sebagai organisasi teroris.

2003: Bin Laden meluncurkan sejumlah pernyataan mengenai konflik di Irak dan Afghanistan, ancaman akan ada serangan lebih lanjut dan menawarkan gencatan dengan AS.

2004: "Saya menawarkan inisiatif rekonsiliasi... menghentikan segala operasi melawan semua negara (Eropa) jika mereka berjanji tidak agresif atas Muslim." (rekaman Al-Arabiya)

2008: Bin Laden memperingatkan Eropa "pembalasan" setelah sebuah kartun kontroversial Nabi Muhammad dipublikasikan.

2010: Bin Laden mengklaim membom pesawat AS di Hari Natal dan memperingatkan lebih banyak serangan atas AS. Pesan terakhir menyalahkan negara industri atas perubahan iklim dan AS yang menolak meneken Protokol Kyoto, sembari mendesak boikot atas dolar Amerika.

2011: April, Osama biin Laden diklaim telah tewas dalam serangan yang dilakukan pasukan AS di kota Abbottabad, Pakistan. Presiden AS Barack Obama mengumumkan di televisi.


Demikianlah kilas balik perjalanan Osama bin laden sampai saat terakhir diawal bulan mei pemimpin Al-Qaeda tersebut dinyatakan tewas setelah penyerbuan oleh pasukan Amerika.

Baiklah bro, kita tunggu saja kelanjutan episode kematian Osama, pastinya sangat mendebarkan ya bro menunggu episode selanjutnya. Wasalam.

Sumber : ( metro tv, viva news, detik.com )

Selasa, 03 Mei 2011

Tewasnya Osama bin Laden Oleh Amerika, Benarkah Ada Konspirasi?



Siapa yang paling berbahagia dengan terbunuhnya Osama bin Laden? Tentu sekutu-sekutu Amerika yang ikut mendukung kampanye “War on Teror”, dan tentu juga si Anak Emas Amerika yaitu Zionis Israel. Apa yang membuat Amerika begitu membenci Osama bin laden hingga dikabarkan setelah kematiannya jasad Osama bin Laden diceburkan kelaut. Pertanyaan kita sekarang, apakah setelah kematian Osama bin Laden dunia akan aman?.



Kabar kematian pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden yang tewas pada hari minggu (1/5) dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Amerika Serikat Seal Team 6 di Pakistan dan dikabarkan tubuhnya masih utuh, begitu gencar diberitakan dimana-mana baik dikoran, internet maupun televisi mereka berlomba-lomba menyampaikan detil demi detil kematian Osama bin Laden, pidato-pidato pemimpin dunia yang turut gembira dengan kabar tersebut hingga histeria kegembiraan masyarakat Amerika yang bagaikan memenangkan sebuah kejuaraan tatkala mendengar pidato presiden Amerika Serikat Barak Obama yang sangat didramatisir.

 Histeria kegembiraan rakyat Amerika setelah tewasnya Osama bin Laden


"Keadilan telah dilakukan," kata Obama dalam pidatonya, dalam sebuah pidato dramatis larut malam dari gedung Putih untuk mengumumkan kematian orang yang dituduh sebagai dalang serangan 11 September 2001, serangan di New York dan Washington.

Obama mengatakan pasukan Amerika Serikat memimpin operasi yang menewaskan Osama bin Laden. Dan menyatakan tidak ada warga Amerika yang tewas dalam operasi tersebut dan mereka berhasil untuk menghindari adanya korban sipil, kata Obama dalam pidatonya.
"Malam ini, saya dapat melaporkan kepada rakyat Amerika dan kepada dunia bahwa Amerika Serikat telah melakukan operasi yang menewaskan Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda, dan seorang teroris yang bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang laki-laki, perempuan dan anak-anak, " kata Obama dalam pidato larut malam dari Gedung Putih.

Kalau benar pernyataan Obama ini, maka ini merupakan prestasi besar bagi Obama dan tim keamanan Nasionalnya, setelah banyak warga Amerika yang hampir putus harapan dalam operasi Amerika untuk menemukan keberadaan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.
          Detik-detik Menjelang Pengumuman Tewasnya Osama bin Laden


Di tempat lain Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Amerika Serikat atas keberhasilan Amerika membunuh Osama bin Laden, dan melihat hal ini sebagai "kemenangan gemilang" bagi Washington dan sekutunya.
"Ini adalah kemenangan gemilang bagi keadilan, kebebasan dan nilai-nilai bersama oleh semua negara demokratis yang telah berjuang bahu-membahu dalam melawan aksi terorisme," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan perdana menteri Israel ini datang menyusul pidato presiden Obama dari Gedung Putih yang menyatakan bahwa pasukan Amerika telah berhasil membunuh orang yang paling dicari oleh Amerika dengan tuduhan bertanggung jawab atas serangan 11 September 2011.


Sedangkan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan, Israel yang telah berjuang sendiri melawan militan Palestina dan Libanon sebagai perpanjangan dari kampanye pimpinan Amerika melawan al-Qaeda di seluruh dunia, sangat gembira atas kematian Osama bin Laden.
"Al-Qaeda telah terus-menerus mencoba untuk menembus Gaza, Yudea dan Samaria (Tepi Barat)," katanya kepada Radio Tentara Israel.
Merujuk operasi militer Israel ke wilayah Palestina. "Kematian Osama bin Laden memiliki arti penting bagi operasional kami juga."

Dalam kesempatan tersebut Israel juga menyatakan, rasa penyesalannya karena tidak ikut berkontribusi pada serangan komando Amerika yang menewaskan Osama bin Laden di Pakistan, dan Israel hanya diberitahu soal kematian Osama setengah jam sebelum Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat pengumuman resmi pada Minggu malam, begitu yang dikatakan Lieberman.

Dan Presiden Shimon Peres, Negarawan tua Israel dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian, mengatakan Osama bin Laden telah "menemui ajalnya di tiang gantungan." Peres menggambarkan kematian Osama bin Laden sebagai pelajaran tentang rusaknya diri sendiri akibat ekstremisme kekerasan.
"Lihat semua pembunuh, semua diktator dan teroris. Mereka akhirnya membunuh diri mereka sendiri ," katanya kepada Radio Israel.


Namun yang pasti ( pendapat saya saja), kalaupun ada korban sipil yang tewas akibat "ulah" Osama bin Laden. Tentu tidaklah sebanding dengan pembantaian yang dilakukan pasukan Amerika Serikat terhadap rakyat Irak, rakyat Afghanistan dan juga rakyat Palestina lewat tangan Israel.

Yang jadi pertanyaan sekarang mengapa pasukan Seal Team 6 nya Amerika yang katanya dibantu oleh intelejen dari Pakistan setelah mengetahui keberadaan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden tidak harus berusaha menangkap hidup-hidup Osama bin Laden agar diperoleh data tentang siapa-siapa saja Dalang yang terlibat dalam serangan 11 september tersebut.


Karena yang kita tahu beragam Analisa dimunculkan mengenai siapa pelaku sebenarnya. Sebagian menganalisa, pelakunya adalah Al-Qaeda. Mereka berhasil memanfaatkan kelemahan sistem pengawasan dan keamanan wilayah Amerika Serikat, padahal yang kita tahu sistem keamanan Amerika  adalah yang tercanggih didunia sampai saat ini. Sebagian lagi menambahkan, hal tersebut tidak bakal terjadi tanpa bantuan orang dalam. Sementara itu, ada yang meyakini, kelalaian badan intelejen dan keamanan Nasional Amerika Serikat menjadi penyebab terjadinya peristiwa ini. Hal ini menyebabkan para Politisi dan Agen Rahasia Amerika Serikat (CIA) saling menuduh.


Jadi disini saya berkesimpulan, selama 10 tahun Amerika Serikat menghabiskan waktu untuk memburu buronan paling dicarinya, Osama bin Laden. Kemudian setelah berhasil membunuhnya. Apakah masalah sudah selesai?, apakah dunia menjadi aman?, dan apakah pasukan-pasukan Amerika yang ada di Timur Tengah segera ditarik kembali, untuk kembali berkumpul kepada keluarga-keluarga mereka dirumah. Pertanyaan yang sulit dijawab sesulit dengan keingintahuan kita tentang apa yang ingin dikehendaki oleh Amerika atas dunia ini.

Mengapa saya mengatakan ada aroma konspirasi dalam peristiwa tewasnya Osama bin laden. Menurut pendapat saya ada dua hal yang bisa saya terangkan disini antara lain :

Pertama .Karena pasukan Amerika Seal Team 6 yang menyergap markas persembunyiannya Osama bin laden tersebut  bukanlah pasukan yang umumnya melakukan tugas-tugas didarat.

Pasukan Seal Team 6 biasanya beroperasi untuk misi militer didaerah Maritim, seperti penyelamatan kapal, kilang minyak, atau wilayah darat yang dekat dengan daerah perairan seperti sungai/danau.
Disini saya melihat unsur kontroversinya, yang terasa sangat  janggal, adalah lokasi penyergapan Osama bin laden yang jauh dari laut bahkan sungai.

Dan inilah kronologis peristiwa tersebut.
Seal Team 6 menyergap Osama, Senin (2/5) dini hari waktu pakistan di sebuah rumah di kota Abbottabad, pakistan. Bangunan megah itu dikelilingi oleh tembok-tembok yang tingginya mencapai 12-18 kaki atau sekitar 3,5 meter hingga 5,4 meter. Bangunan itu juga memiliki dua gerbang keamanan, meski demikian, pasukan Seal team 6 hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk melumpuhkan Osama bin laden. Mereka berhasil menembak Osama tepat di kepalanya meski pimpinan Al-Qaeda itu telah menggunakan badan seorang perempuan sebagai tameng.  Seperti yang diberitakan pejabat intelejen Amerika.
               Pasukan Amerika Seal Team 6

Kedua. Beredarnya foto-foto yang memperlihatkan wajah Osama bin laden sangat terlihat kecerobohannya karena foto-foto tersebut diyakini palsu, tapi apakah ini disengaja?.

Seseorang di Time Square menyindir bahwa ini hanya disusun dengan baik oleh media propaganda untuk meningkatkan peringkat lesu Obama sebelum pemilihan.

"Jika Osama benar-benar telah dibunuh dan dikubur di laut, kenapa tidak  ada bukti yang jelas. Lalu kenapa bukan pemerintah Amerika sendiri yang memproduksi dan menjelaskan juga menunjukkan kepada kita foto atau video dari mayatnya?? Apakah dia benar-benar sudah mati? Saya jadi ragu apakah tubuhnya telah dilemparkan ke dalam laut, " kata orang tersebut.

Jadi pertanyaan kita sekarang adalah, apakah semua bukti-bukti tersebut disimpan ataukah.......??.

                   foto-foto Osama bin Laden Tewas
Kembali kita ketewasnya pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, kita tahu pasukan Amerika Seal Team6 dalam waktu kurang dari 24 jam setelah membunuh Osama bin Laden mereka segera membenamkan jenazah musuh besarnya tersebut kedalam laut yang sampai hari ini kita tidak tahu dilaut mana jenazah tersebut bersemayam.

Lalu mengapa Amerika Serikat segera membenamkan jasad Osama bin Laden?.

Amerika Serikat beralasan bahwa hal tersebut untuk menghormati praktek dan tradisi Islam, Dalam ajaran Islam menyerukan jasad orang yang meninggal harus dikuburkan dalam waktu 24 jam. Namun benarkah demikian?. Seperti penuturan seorang pejabat Amerika yang dikutip dari Time.com sebagai berikut,”Kami memastikan bahwa hal tersebut ditangani sesuai dengan praktek dan tradisi Islam. Ini adalah sesuatu yang sangat serius, dan karena itu, ini ditangani dengan cara yang tepat,” ujar pejabat tersebut.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, mengapa dilaut?
Pejabat itu mengatakan bahwa mereka tidak menemukan negara yang mau menerima jasad teroris paling dicari itu. Sehingga dibuat keputusan untuk membenamkan jasad Osama bin Laden di dasar laut.( sungguh ironis ).


Selain itu, Amerika Serikat tidak ingin ada kuburan Osama bin Laden, karena dikhawatirkan akan menjadi tempat Ibadah bagi para pengikut Osama bin Laden. Rumor lain menyebutkan Amerika Serikat telah meminta Arab Saudi untuk mengambil jasad pemimpin Al-Qaeda itu, tetapi negara tempat kelahiran Osama bin Laden tersebut menolak.

Bagaimana pendapat kalian bro, apa lagi yang dirahasiakan oleh Amerika.
Begitu banyak kontroversi dan konspirasi yang terjadi dalam tewasnya pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden sehingga sangat membingungkan kita, pun demikian saya tak habis pikir dan tak dapat jawabannya. Ada apa dengan semua ini, kemana sebenarnya jasad Osama bin Laden?.

Namun yang pasti, yang bisa mengetahui jawaban semua ini hanyalah Amerika dan TUHAN.
Wasalam.

Sumber informasi dan gambar(republika.co.id,viva news,detik.com,time.com dan dari berbagai sumber)

Minggu, 01 Mei 2011

Amerika Ciptakan Senjata Pengendali Pikiran ?




Mungkin sebagian pembunuh ketika akan melakukan pembunuhan memang mendengar suara iblis berbisik di telinga mereka, tetapi sebagian lagi mungkin memang mendengar perintah pembunuhan langsung dari Pentagon. Wow terdengar seperti sudah di program ya bro? Apa yang sudah terjadi di Amerika, ada apakah gerangan sebabnya?




Di kalangan penganut teori konspirasi, ada kepercayaan kalau pemerintah Amerika Serikat secara rahasia mentransmisikan perintah untuk melakukan pembunuhan ke otak orang-orang tertentu. Walaupun teori ini terdengar absurd, namun belakangan diketahui kalau kepercayaan ini memiliki dasar yang cukup solid.

Ketika Sirhan Sirhan membunuh senator Robert Kennedy, ia mengatakan kalau ada suara di kepalanya yang telah membuat ia membunuh. Ketika Mark David Chapman membunuh John Lennon, ia juga mengatakan hal yang sama.

Mungkin sebagian pembunuh memang mendengar suara iblis berbisik di telinga mereka, namun sebagian lagi mungkin memang mendengar perintah pembunuhan langsung dari Pentagon.

Pada tahun 2007 lalu, Steven R. Corman menulis di jurnal Comops sebagai berikut:

"Beberapa waktu yang lalu, di workshop pemerintahan, saya pernah mendengar seseorang mendeskripsikan sebuah peralatan baru yang disebut sebagai "Suara Tuhan." Peralatan ini disebut dapat beroperasi dari jarak jauh dan dapat mengirimkan sebuah pesan hanya kepada pikiran satu orang. Kisah yang saya dengar menyebutkan kalau peralatan ini diujicoba pada perang Irak dengan cara mengirim pesan kepada seseorang di dalam kelompok pemberontak yang dengan segera akan terlihat seperti orang kebingungan, melihat ke segala arah dan mulai masuk ke dalam perdebatan panas dengan rekan-rekan lainnya yang tidak mendengar pesan itu. Pada saat mendengar kisah itu, saya menerimanya dengan perasaan skeptis."

Tentu saja, siapapun yang mendengar kisah seperti itu akan menerimanya dengan skeptis. Senjata luar biasa seperti yang dideskripsikan Corman sepertinya hanya ada di dalam kisah-kisah science fiction. Tetapi, senjata seperti itu ternyata benar-benar ada dan sedang dikembangkan oleh Pentagon. Jika Pentagon melakukan riset mengenai teknologi ini, tentu saja bukan demi perkembangan ilmu pengetahuan. Melainkan untuk alasan politik atau keamanan nasional.

Sebagian penganut teori konspirasi yang merasa diincar oleh pemerintah bahkan bertindak lebih jauh dengan mengenakan topi berbahan timah untuk menghalangi masuknya sinyal-sinyal pemerintah yang tidak diinginkan ke kepala mereka. Mungkin bagi kalian terdengar seperti orang tolol atau paranoid, tetapi tunggu Sampai kalian mendengar kelanjutannya.

Pada tahun 1991, seorang ilmuwan Rusia spesialis pesan subliminal bernama Igor Smirnov pernah mengajukan sebuah teori untuk memberantas terorisme dengan cara memberikan pengaruh akustik ke dalam pikiran para tersangka. Ia bahkan mendemonstrasikan kepada para pengamat dari Amerika kalau transmisi suara infra yang berada di bawah ambang normal pendengaran manusia dapat memberikan pesan kepada otak manusia yang mengalir lewat tulang.

Ketika FBI menghadapi masalah dengan sekte sesat Branch Davidian, mereka berkonsultasi dengan Smirnov yang kemudian mengusulkan untuk mempengaruhi David Koresh, sang pemimpin sekte, dengan memberikan pesan subliminal lewat telepon. Salah satu ide yang diusulkannya adalah aktor Charlton Heston merekam suaranya secara subliminal untuk memberikan kesan sebagai "suara Tuhan" yang memerintahkannya untuk menyerah.
Tidak ada konfirmasi mengenai penggunaan ide Smirnov dalam menaklukkan David Koresh, namun sekarang kita tahu kalau ide penggunaan teknik pengendalian pikiran untuk menaklukkan musuh ternyata telah ada sejak lama. Walaupun demikian, tidak ada tanda-tanda kalau pemerintah Amerika Serikat tertarik mengeksplorasi metode ini dan menggunakannya dalam peperangan.

Namun, semua itu berubah pada tahun 2006. Pada tahun itu, seorang pria yang dianggap sebagai pengidap paranoid schizoprenic oleh para psikiater (karena ia percaya pemerintah secara diam-diam mentransmisikan suara-suara ke dalam pikirannya) mengajukan permintaan pengungkapan dokumen negara berdasarkan undang-undang keterbukaan informasi (freedom of information act).

Pria ini secara spesifik meminta pemerintah membuka informasi mengenai Microwave Auditory Effect, telepati dan hipnotis. Karena Pentagon juga terikat dengan undang-undang itu, mau tidak mau mereka membuka dokumen itu.

Halaman demi halaman dokumen tersebut mengungkapkan sebuah kenyataan kalau pemerintah Amerika telah menghabiskan jutaan dolar demi meneliti fenomena-fenomena yang sering dianggap sebagai pseudo sains seperti telephatic ray gun atau fevers laser yang bisa membuat korban mengalami disorientasi dan menjadi lebih tidak agresif.

Di salah satu bagian dokumen tersebut ditemukan kalau pemerintah Amerika juga mengadakan eksperimen untuk mengirimkan suara seseorang secara telepatik dengan menggunakan gelombang mikro jarak dekat!

Sekarang, para penganut teori konspirasi yang sering dianggap paranoid itu menjadi terlihat lebih waras! Kebanyakan orang bahkan tidak pernah tahu kalau pemerintah Amerika ternyata tertarik dengan hipnotis atau telepati.

Eksperimen yang disinggung di dalam dokumen itu adalah mengirimkan suara seseorang yang menyebutkan bilangan 1 sampai 10 ke pikiran sukarelawan yang berada di ruangan lain. Ini adalah bentuk sederhana dari apa yang dipercayai para penganut teori konspirasi. Jadi, bukan saja teknologi ini memungkinkan, tetapi pemerintah juga menelitinya.

Sebenarnya ini tidak terlalu mengherankan mengingat pemerintah Amerika pernah bereksperimen dengan pengendalian pikiran lewat proyek MK Ultra. Namun, eskperimen ini berbeda dari MK Ultra. Orang-orang menyebut teknologi ini dengan sebutan V2K, yaitu istilah militer yang berarti Voice to Skull.

Mereka yang pernah menjadi korban V2K menyebut diri mereka dengan sebutan TI's atau Targeted Individuals. Sampai sekarang, para TI's ini berkumpul secara periodik untuk berbagi pengalaman. Para TI's ini juga hidup dengan diliputi oleh ketakutan yang konstan karena percaya kalau agen-agen pemerintah selalu menguntit mereka. Beberapa orang bahkan percaya kalau tetangga mereka sesungguhnya adalah agen pemerintah yang sedang menyamar.
Karena itu, kumpulan TI's ini sering dicemooh dan bahkan mendapat sebutan Tin Foil Hat, julukan yang merujuk kepada topi timah yang dipercaya bisa menghalangi sinyal-sinyal asing masuk ke kepala seseorang (Magneto dari film X man juga menggunakannya untuk mencegah Prof.Xavier "memasuki" kepalanya).

Di halaman Wikipedia, Tin Foil Hat disebut sebagai stereotype populer dan frase yang merujuk kepada paranoia dan kaitannya dengan penganut teori konspirasi. Walaupun wikipedia merujuk istilah ini sebagai cemoohan, namun kemampuan topi timah untuk menghalangi penetrasi sinyal memiliki dasar sains yang telah diujicoba oleh laboratorium Massachussets Institute of Technology. Timah ditemukan bisa mengatur gelombang radio.

Salah seorang TI's bernama Harland Girard menceritakan kalau masalah yang dihadapinya dimulai pada tahun 1983. Girard berprofesi sebagai seorang pengembang real estate dan ia tidak pernah mengalami sesuatu yang aneh sebelumnya. Suatu hari, seorang wanita menepikan mobilnya, menunjuk Harland dengan jarinya dan kemudian segera pergi begitu saja. Lalu, Harland mulai merasa kalau ia sering diawasi. Ada orang-orang tidak dikenal berlari di bawah jendela apartemennya di malam hari. Ia juga melihat ada beberapa tetangganya yang bersikap tidak wajar, seperti sedang mengawasinya.

Girard yang mengira dirinya sudah mulai gila mencari pertolongan dari teman wanitanya yang kebetulan berprofesi sebagai psikiater. Namun, tidak ada hasil yang memuaskan. Girard sepertinya tidak sedang mengalami gejala psikologi yang tidak normal. Selain klaimnya kalau ia sedang diawasi, Girard menjalani kehidupannya dengan normal.

Pada tahun-tahun berikutnya, ia merasa kalau orang-orang yang mengawasinya telah pergi. Namun, pada tahun 1984, ia mulai mendengar suara-suara di kepalanya. Suara itu berupa suara pria dan wanita. Kadang Girard bisa melihat wajah dari pemilik suara itu dalam gambar mental di kepalanya. Suara itu memanggilnya dengan sebutan "Mr.Girard".

Berkali-kali suara itu mengatakan kepadanya kalau ia sesungguhnya sudah mulai menjadi gila. Suatu hari ketika Girard sedang berada di dekat seorang wanita gemuk, suara itu berkata: "Hey Mr.Girard, bukankah wanita itu terlihat seperti kulkas?"

Awalnya suara-suara itu hanya muncul 2 atau 3 kali sehari, namun setelah beberapa lama, suara itu terus terdengar di kepalanya, bahkan kadang disertai dengan rasa sakit di tubuhnya. Gejala ini kemudian dianggap Girard sebagai efek samping dari senjata energi yang dilepaskan pemerintah kepadanya.

Enam bulan kemudian, suara itu bertanya kepadanya: "Mr.Girard..Mr Girard, mengapa engkau belum mati-mati juga?"

Ketika Girard menceritakan kepada teman-temannya, ia malah menjadi bahan tertawaan. Beberapa temannya menganggapnya benar-benar mulai menjadi gila.

Pada tahun 1988, Girard memutuskan untuk mencari jawaban atas persoalannya. Ia meninggalkan pekerjaannya dan mulai menyelidiki kasus ini secara sepenuh waktu. Lewat beberapa penelitiannya ia menemukan petunjuk kalau pada tahun 1950an, pemerintah Amerika pernah melakukan eksperimen-eksperimen pengendalian pikiran lewat proyek MK Ultra. Ia juga menemukan kalau CIA pernah meneliti kemungkinan mempengaruhi pikiran dengan gelombang elektromagnetik. Ia juga menemukan kalau pada tahun 1970an para peneliti militer di Walter Reed Army Institute of Research pernah menggunakan pancaran gelombang mikro untuk mengirimkan sejumlah kata ke dalam kepala seseorang. Boleh dibilang Girard menemukan semua referensi untuk setiap keanehan yang dialaminya. Ini membuatnya semakin yakin kalau karena suatu hal ia telah menjadi kelinci percobaan pemerintah.

Jika pihak militer memang meneliti kemungkinan penggunaaan senjata-senjata elektromagnetik seperti itu, apakah mereka telah sukses mengaplikasikannya dalam perang?

Sebenarnya, senjata sejenis ini sudah pernah digunakan, tetapi dokumentasi yang tercatat menyebutkan kalau bukan pihak Amerika Serikat yang menggunakannya, melainkan Uni Sovyet. Pada tahun 1960an, pihak Sovyet pernah membombardir kedutaan Amerika di Moscow dengan gelombang elektromagnetik level rendah. Menyusul serangan ini, pada tahun 1965, Pentagon meluncurkan proyek Pandora yang memfokuskan diri pada efek dari serangan gelombang mikro.

Proyek Pandora diketahui berakhir pada tahun 1970, namun ada indikasi kalau eskperimen mengenai penggunaan gelombang mikro terus berlanjut. Ini tercermin dari sebuah paper yang ditulis untuk Angkatan Udara Amerika pada pertengahan tahun 1990an. Paper ini menyinggung mengenai penggunaan gelombang suara untuk mengirim pesan ke dalam kepala seseorang.

Penulis paper itu mengatakan:
"Sinyal yang dikirim itu akan menjadi 'pesan Tuhan' yang dapat digunakan untuk memperingati musuh mengenai bencana yang akan datang atau untuk meminta mereka agar menyerah."

Bayangkan, jika senjata seperti ini benar-benar ada, maka tidak perlu lagi ada AK 47 atau Rudal Scud untuk menaklukkan sebuah negara. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah senjata yang bisa mengacaukan pikiran seseorang dengan menaruh sugesti yang diinginkan, misalnya dengan memerintahkan seorang pengawal presiden untuk membunuh tuannya seperti yang dialami oleh Indira Gandhi atau meminta seorang operator nuklir di negara musuh untuk meluncurkan nuklir ke arah negaranya sendiri!

Selamat datang di era peperangan masa depan!

Nah, mungkin sebagian dari kalian masih akan menyebutnya sebagai mengada-ngada. tetapi, apa yang diungkapkan dokumen pemerintah itu ternyata tidak sampai disitu saja.

Pada tahun 2002, laboratorium angkatan udara Amerika ternyata telah mempatenkan teknologi tersebut!

Teknologi yang dimaksud adalah teknologi untuk mengirimkan pesan ke dalam kepala seseorang lewat gelombang mikro. Awalnya, pihak angkatan udara menolak untuk membicarakan teknologi luar biasa ini. Namun ketika ada permintaan pengungkapan data atas dasar undang-undang kebebasan informasi, dokumen-dokumen tersebut akhirnya dilepas ke publik.

Menurut dokumen tersebut, paten teknologi tersebut didasarkan pada eksperimen yang dilakukan pada Oktober 1994 di laboratorium Angkatan Udara Amerika yang berhasil mengirimkan sebuah frase ke dalam kepala seseorang!

Pengembangan teknologi ini diketahui berlangsung hingga tahun 2002.

Tetapi, ternyata bukan hanya pihak militer yang bisa melakukannya. Pada tahun 2007, teknologi semacam ini diketahui digunakan oleh sebuah perusahaan untuk tujuan pemasaran!

Pada Desember 2007, Allison Wilson yang sedang berjalan kaki di New York mendengar suara di kepalanya: "Siapa disana.. siapa disana. Ini bukan imajinasimu."

Belakangan diketahui kalau Allison ternyata dipengaruhi oleh sebuah iklan miniseri berjudul "Paranormal State" yang menggunakan teknologi Holosonic. Teknologi ini bisa mengirimkan suara yang hanya bisa didengar oleh satu orang di keramaian.
 
Suatu hari nanti, sebuah perusahaan bahkan akan bisa "menghipnotis" kita untuk membeli sesuatu yang tidak kita inginkan!


Mengenai teknologi ini, Dennis Bushnell, Kepala ilmuwan di laboratorium penelitian NASA di Langley, Virginia, berkata: "Hasil penelitian ini sangat sensitif sehingga hampir tidak mungkin diumbar ke publik."

Menurutnya serangan terhadap otak manusia adalah bagian dari strategi perang di masa depan.

Kembali kita ke om girard yang telah berjuang mengungkap konspirasi program telepati.
Om Girard yang telah menghabiskan banyak waktu untuk mengungkap teknologi ini percaya kalau pemerintah Amerika terlebih dahulu mengujicobakannya kepada masyarakat sipil sebelum digunakan dalam peperangan yang nyata. Argumen om Girard tidak bisa dibilang salah. Selama era perang dingin, pemerintah Amerika terbukti pernah mengadakan uji coba militer dengan cara memberikan radiasi kepada masyarakat sipil. Ini dikonfirmasikan dengan dokumen-dokumen militer yang telah dilepas kepada publik.

Tetapi kalaupun memang benar pemerintah mengujicobakan teknologi itu kepada masyarakat sipil, mengapa mereka memilih om Girard?

Menurut om Girard, ini mungkin karena pada tahun 1980an, ia pernah mengeluarkan pernyataan anti Bush senior yang waktu itu masih menjabat sebagai wakil presiden dari Ronald Reagan. Ini dikonfirmasikan oleh suara yang pernah didengar di dalam kepalanya.

Girard bercerita:

"Suatu hari, aku sedang bersiap untuk tidur. Lalu aku mendengar satu suara berkata 'Mr.Girard, tahukah kamu siapa yang ada di dalam studio bersama kita?' Ia adalah George HW Bush, wakil presiden Amerika Serikat."

Terdengar aneh, tetapi itulah yang dialami oleh para TI's dari seluruh dunia. Saat ini mereka secara teratur bertemu di dunia maya untuk membagikan pengalaman mereka. Dari hasil diskusi dengan para TI's, diketahui kalau kebanyakan dari mereka mengalami gejala seperti suara berdengung di telinga, adanya manipulasi di beberapa anggota tubuh mereka, mendengar suara-suara di kepala mereka, merasa selalu ada yang mengawasi, adanya sensasi seperti ditusuk di kulit tubuh dan bahkan ada yang melaporkan serangan seksual terjadi atas diri mereka.

Gloria Naylor, salah seorang TI yang menulis buku mengenai pengalamannya berkata:

"Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan mengenai pengalaman ini karena dibutuhkan keberanian yang sangat besar, bahkan mungkin lebih besar daripada yang aku miliki. Namun, aku tidak punya pilihan lain. Saat ini, aku sedang mengadakan peperangan memperebutkan pikiranku. Jika aku berhenti sekarang, mereka akan menang dan aku akan kehilangan diriku sendiri."

Ketika Naylor mulai mendengar suara-suara itu, ia pergi ke psikiater dan meminta pertolongan. Namun psikiater tidak bisa membantunya melenyapkan suara-suara di dalam kepalanya. Pada tahun 2000, ketika ia menemukan forum TI's dan bergabung ke dalamnya, barulah suara-suara itu berhenti. Dan ia tidak lagi merasa diawasi.

Mengenai pengendalian pikiran ini, John Alexander, salah seorang penasehat militer Amerika Serikat berkata:

"Kita sekarang berada pada era dimana kita bisa melakukan itu. Dimana batasan-batasan etikanya, itulah pertanyaan tersulitnya."

John memang benar. Namun, bagaimanapun juga, kita terpaksa harus yakin kalau dalam waktu dekat, kita akan melihat penggunaaan teknologi itu di dalam peperangan yang nyata
.
Bagaimana bro anda siap? 
    
Sumber ( wikipedia hariansobek.com )

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons